SA

Ini bukan inisial seorang tersangka pencuri sandal jepit, juga bukan hantu dibalik topeng ketua besar dan bos besar yang dipergoki oleh Mindo Rosalina Manullang, apalagi sejenis bakteri yang terkenal di unit II fakultas Farmasi UGM (Staphylococcus Aureus). Ini cuma istilah yang kuberikan pada mereka (Secret Admirer), para pengunjung setia blogku yang enggan meninggalkan jejak karena takut ketahuan suka baca tulisanku. [jiahh, kepedean]

Tapi beneran kok, ada orang-orang seperti ini. Pengin tau tentang kita, ngikutin tulisan-tulisan kita, pengin tau isi otak kita, atau sekedar pengin baca curcolan kita. Ahaha, secara ya blog itu kebanyakan isinya gak jauh-jauh amat dari kehidupan penulisnya. Tapi di sisi lain, dia gak pengin ketahuan kalau udah nge-fans berat sama penulisnya (huekk, over narsis), makanya dia sembunyiin identitas. Boro-boro ninggalin jejak, lha wong buka blognya aja udah grogi setengah mati. :lol:

Dulunya sih Puch bikin blog cuma iseng aja, sekedar menyalurkan hobi nulis yang gak jelas. Awal-awal masih suka bikin notes di facebook, tapi terlalu banyak penggemarnya (uhukk). Maka beralihlah ke blog yang notabene sedikit orang saja yang tau. Tujuannya buat meminimalisir gosip-gosip tak sedap (ciehh, berasa artis) akibat tulisanku yang kadang (baca: sering) berisikan curcol gak jelas atau malah kritikan yang nyakitin orang. Tapi yah resiko orang terkenal (oops!), masih saja diikutin penggemar kemanapun berada, termasuk blog ini.

Nyadarnya sih baru akhir-akhir ini, terkadang saat ngobrol sama temen-temen di dunia nyata, tak sedikit yang keceplosan menyindir satu dua tulisanku. Sempet bertanya-tanya juga, “Kok mereka tau ya tentang ‘itu’, padahal gak kuposting di jejaring sosial apalagi pernah kuomongin sama mereka?” Ouh…, ternyata oh ternyata diam-diam mereka suka baca blogku tanpa meninggalkan jejak. Hehehe, apalagi sebutan yang tepat buat mereka selain SA aka secret admirer?!

Let’s sing a song…

Oh, secret admirer. When you’re around the autumn. Feels like summer. How come you’re always messing up the weather? Just like you do to me… (Mocca)

Haha, jadi ketahuan deh aslinya Puch itu gimana. Di dunia nyata gimana di dunia maya gimana. Keliatan banget ke-geje-annya, ke-error-annya, dan sederet ketidakberesannya. :mrgreen: Ya sudahlah, bukan masalah besar toh? Nulis ya mengalir aja, gak perlu membatasi diri. Mau geje ya geje aja, gak perlu disembunyi-sembunyiin. Terlalu berhati-hati dalam menjaga image dan ketakutan pada penilaian orang terkadang justru memenjara diri sendiri. Ya gak?

Yang lain bersandiwara, gue apa adanya.

:) :) :)

Advertisement

20 Comments

Filed under blank

20 Responses to SA

  1. waaah ciee ciee…penggemar rahasia atau pemuja rahasia nih.. kayak lagunya shiela on tujuh..

    loh bukannya tulisannya mbak ini selalu diposting di twitter (twitter kan salah satu jejaring social, eh bener ndak sih)

    yup let it flow.. biarlah mengalir seperti air di sungai dekat rumahku, nah lho!!
    expresikan dirimu…. klo terkenal mah ya disyukuri ^_^

    • hahaha…iya bang Fifin
      pertimbangannya dishare di twitter kan followersku msh dikit, jd gak begitu riskan spt di FB
      oya, tapi SA nya ini gak punya akun twitter je…

      setuju dah! let it flow….

  2. waaahhh pertamax nih…yg jelas saya bukan SA lho……
    btw…emang selalu saja ada yg spt itu…termasuk di lingkungan kerja saya juga……pdahal FB sdh ditutup account tp msh tahu sj puisi2 yg sy buat……..:)

  3. hahhha.. iya.. ternyata beberapa temen dunia nyataku pun sering jadi silent reader di blog..

  4. gak rajin liat sapa ajah yg liat juga, apalagi smp tau pmbicaraan di dunia nyata.. ahaha! yaiyalaaah, didunia nyata sopo temenmu tiiin? ;) )

    tin mah pasti ketauan jd admirer akut niy, tiap hari pasti buka blog puch ;d

    • wah….baru kali ini ada SA yang ngaku
      (bercanda mbak :D )

      saya taunya juga kebetulan pas ngobrol sama temen di dunia nyata kok nyinggung2 tulisanku yg cuma kuposting di blog
      pdhl dia gak pernah comment di sini

  5. SA masih mending ya Puch , bagiamana kalau ada yg naruh hati :D

  6. saya ninggalin jejak dulu ya…
    memang tulisan yang kita tulis mencerminkan diri kita sendiri

  7. al_fiyan

    dunia maya mentransformasi manusia fisik ke dalam bit-bit informasi yang hanya bisa dipahami dalam bahasa kode… makanya Saya tak heran seseorang bisa sangat berbeda antara kondisinya di dunia nyata dan dunia maya yang jauh berbeda…. :D

  8. al_fiyan

    hiyahh… awaiting moderation pulak… jreng2…

  9. aku meninggalakan jejak lho mba puch disini…aku bukan pemuja rahasia kan??? tp beneran suka…

  10. saya termasuk yang agak berbeda di dunia nyata & maya
    tapi jujur, saya penggemar berat blog ini

    * tulus :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s