Ditelp Dosen Pembimbing

Drrrtttt……drrrrrtttttt…..

Si Sony Ericsson jadul ku bergetar. Pikirku tumben siang-siang begini ada yang telpon, setengah ogah-ogahan kulirik layar hape.

DPS Calling….

Hah?! Mataku tiba-tiba terbelalak cukup lebar tak percaya. Segera kuangkat, kuberikan salam selembut dan sehalus mungkin.

“Assalamu’alaikum. Iya, Bu.”

Dari seberang terdengar suara berisik sebentar. Lalu disusul dengan suara yang tak asing lagi di telingaku.

“Ini benar mbak Puji Farmasi UGM?”

Aku tersenyum, shock sekaligus gembira.

“Iya Bu. Pripun?”

“Ini skripsinya gimana mbak? Masih ada file-filenya gak?”

“Oh, iya Bu. Masih bisa dilanjutkan kan Bu? File-filenya masih lengkap Bu.”

“Kapan bisa ke kampus? Saya tunggu lho. File-filenya tolong dikirimkan ke email saya secepatnya ya.”

“Oh, iya Bu. Tapi yang NMR itu saya sudah mentok Bu, gak bisa ngerjain lagi.”

“Ya, makanya ketemu di kampus. Nanti dikerjakan bareng-bareng sama saya. Saya tunggu lho mbak, hari Kamis ya.”

“Injih Bu, terima kasih.”

Tut….tut….tut… 01:04 menit telp ditutup

Jujur, aku shock sekaligus speechless. Tak tau harus berbuat apa. Saking bahagianya aku justru menangis. Terharu. Tak henti-hentinya aku berucap syukur.

Alhamdulillah ya Allah. Kau tunjukkan kuasa-Mu. Jika Engkau berkehendak, apapun bisa terjadi. Di saat keraguan muncul, diliputi oleh kecemasan dan hampir putus asa, pertolongan Allah selalu datang. Saat diri ini khawatir, maju mundur, antara iya dan tidak, kembali Allah menunjukkan kuasa-Nya. Terima kasih ya Allah, sungguh Ramadhan kali ini aku melihat begitu banyak keajaiban.

Ah, maaf tulisannya jadi emosional begini. Aku terlalu terbawa suasana sangat bahagia saat ini. Sungguh!

Jadi, ceritanya masih tentang skripsi. Kupikir aku mengambil judul yang salah. Terlampau idealis, aku mengambil judul yang berkaitan dengan mata kuliah yang paling tidak kukuasai, Sintesis Organik. Rencana awalnya sih tantangan, biar aku bisa lebih dalam mempelajarinya. Tapi ternyata susah, kapasitas otakku tak sanggup menerjemahkan sekian banyaknya spektra NMR yang dihasilkan oleh senyawa hasil penelitianku.

Akibatnya skripsi macet. Aku terlanjur menyerah. Mentok gak bisa ngapa-ngapain, kutinggalkan dia. Menghilang selama satu tahun. Ya, satu tahun persis karena aku ingat terakhir kali aku menghadap dosen adalah Ramadhan tahun lalu.

Fiuhh, mahasiswa durhaka!

Dan hari ini, tepat pukul 14:12 waktu Jogja, DPS ku telp menanyakan kabar skripsiku. Ah, hati siapa tak meleleh mendengarnya? Setelah sekian lama menghilang, dosen pembimbing masih mencariku. Beliau masih menganggapku sebagai anak bimbingannya? Subhanallah, sungguh rencana Allah itu demikian indah.

Bukankah seharusnya mahasiswa yang sibuk mencari-cari dosennya? Ini justru dosen yang mencari anak didiknya yang hilang. Ini benar-benar sesuatu. Berkah Ramadhan kubilang.

Asal tau saja, tahun-tahun pasca amanah kampus aku selalu merasa tidak tenang. Pikiranku terbebani dengan skripsi. Bahkan kegalauanku tumpah ruah menghiasi hampir semua tulisan di blog ini. Aku ragu, khawatir, sekaligus was-was. Alasan apa yang hendak kusampaikan ke DPS seandainya aku memberanikan diri untuk menghadap ke beliau? Sungguh , mahasiswa tak tau diri! Menghilang begitu saja lantas kembali dan bertanya lagi soal skripsi?

Aku pernah bilang skripsi ini seperti hantu, selalu membuatku ketakutan. Di manapun aku berada, semua orang menanyakan kabar skripsi. Tapi semakin tertekan, aku semakin santai dan tak ambil pusing. Seperti sudah mati rasa. Kuabaikan semua hal tentangnya. Bahkan draft skripsiku kubiarkan tergeletak tak berdaya di atas rak buku paling ujung. Tak tersentuh setahun lamanya.

Hari ini keajaiban datang padaku. Allah tak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya. Saat aku tak tau harus berbuat apa lagi, Allah tunjukkan jalan. Dosen pembimbingku menjadi perantara jalan itu. Beliau memanggilku di saat aku tak berani lagi menampakkan diri di hadapannya. Ini luar biasa. Allah sudah mengatur segalanya.

Alhamdulillah ya Allah… syukur pada-Mu. Ini akan menjadi Ramadhan paling berharga dalam perjalanan hidupku. Kejadian di sepotong siang ini sungguh membuatku yakin bahwa Engkau selalu ada untuk hamba-Nya. Sungguh tidak ada yang sia-sia dengan doa. Dia pasti mengijabahnya. Dan hari ini terbukti ya Allah… kau kabulkan doaku itu.

“Dan apabila hamba-hamba Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah) Ku dan beriman kepada Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”

(QS Al Baqarah: 186)

 

 

 

About these ads

44 Responses

  1. mudah2an lancar mba skripsinya

    1. makasih doanya mas, apapun yang terjadi nanti yang penting sudah ada jalan buat ketemu DPS :D

      1. iya, kyk teman saya waktu itu jga di telp dosen..disaat dia udah hopeless malah :D

      2. tepat! pas banget
        saya juga sedang dalam posisi yang sama kayak temennya mas Danni :D

  2. semangat selalu ya puch ^^. akan selalu ada orang2 baik yang akan menolong atau sekedar memberi semangat…
    puji.. puji.. puji.

    *nyemangatin sambil bawa pompom*

    *abis itu digetok sama yang punya blog, hehehe*

    1. haaaaaa…. icha…. hihihi, iya makasih ya
      ini benar-benar keberkahan Ramadhan

      *bahagia* :D

  3. turut senang mbakk :-)
    mdh2n perjuangan mbak selanjutnya smkin dimudahkan..
    amiin :-)

  4. cieeeeee :D aku pulang2 langsung digruduk, tak pikir ada apa mbaaak :D semangaaat mbak, tuh DPS nya kangeen ;)

  5. waaaah jadi sekarang udah gak apa2 kalo ada yang nanya skripsi ya mbak… haha… :D Ramadhan penuh berkah buat mbak puch.

    1. iya…sok atuh klo mau nanya
      sekarang udah lega :D

  6. selamat ya mbak :)

    turut senang baca postingan mbak puck kali ini.

  7. waahh..ikut seneng..akhirnya mbak puch ngampus lagi…aseeekk :mrgreen:

  8. Hahaha kok saya senyum2 setelah bacanya.. lucu aja.. mirip pengalaman pribadi. pernah sampe diusir DPS mentah2.. tapi setelah itu beliau baik banget. perhatian gitu… ckckckck

    1. untungnya saya gak sampai diusir-usir :D

  9. hmm ayo semangat mbak semangat..!
    *kalo saya tengok foto ayah bunda yang berada jauh dipulau seberang.. :)

    1. ayah bunda saya ada di sini-sini saja mas
      tiap hari juga bisa ketemu :D

  10. hehehe..pengalaman kita rada mirip mbak punch. semangat yaaaa…
    semoga stlah ini akan ada lebh banyak kemudahan. amin

    1. aamiin, mudahkanlah ya Allah bagi yang mendoakan maupun yang didoakan :D

  11. Ngarep juga bisa ditelpon ama dosen pembimbing.. :)

    1. hehehe, sebelum ditelp seperti saya, lebih baik anda menelp duluan :lol:

  12. TA ku jg masih nggantung mbak…

    1. nggantung itu gak enak loh mbak, saya merasakannya
      lebih dari setahun nggantung jadi ribet
      mau ngapa-ngapain selalu ingat skripsi :D

  13. Alhamdulillah, tapi horor juga yah setahun menghilang dari proses bimbingan. Klo dosen tertentu mungkin udah di drop saja. Padahal waktu skripsi itu biasanya 6 bulan saja. Itu dah semua sampai jadi. Ini setahun ndak bimbingan, mbak Puji emang nekat ha ha.

    Barakallah, jangan disia-siakan kesempatan ini.

    1. dari dulu memang saya tukang bandel pak,,
      tapi masih ada yang lebih nekad daripada saya loh….
      diceritain pengalaman kakak angkatan yang sampai2 murobbinya dihubungi oleh dosen pembimbing :lol:

      insyaAllah pak, doakan saya ya

  14. wah, dosen kaka baik hati ya ka………….. :D

    1. iya, alhamdulillah ya… :D

  15. sukses ya buat skripsi sama sidangnya,,,aamiin,

  16. mudah-mudahan lancar dan segera wisuda
    setelah berbakti di klilik tong fang :lol:

    1. yey,bawa-bawa Tong Fang nih Uda…

  17. [...] bikin trending topic sendiri di blog ini. Ya, masih seputar per-skripsi-an… Setelah kemarin siang di telp dosen pembimbing, malamnya langsung begadang hingga subuh. Eh, habis subuh langsung tepar sampai jam 08:00 [...]

  18. Saya bilang “cieee” aja :mrgreen:

    1. saya bilang alhamdulillah… :D

  19. wah.wah.,. senangnya yang skripsinya disetujui, gue sering dnegr temen gue ngeluh soal skripsinya. Tapi seandainya kita nggak nyerah dan tetap berusaha serta tawakal pada Allah pasti akan diberi kemudahan. :-)

    1. betul, saya pun terharu :cry:

  20. [...] ke Student Corner unit IV lantai 2. Mulanya aku agak ogah ke sana, masih trauma. Dulu, sebelum ditelp dosen aku selalu menghindari Unit IV jika ke kampus. Takut ditanyain DPS tentang kabar skripsi, hehehe… [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: