Petrichor

mencintaimu, dengan caraku sendiri

Dream Comes True

 

Taken from Dexa Group Career

Cikarang, 18.38

Welcome back.

Akhirnya saya bisa kembali menulis di sini. Setelah sekian lama bersembunyi ditelan kesibukan di dunia nyata.

Ada banyak cerita yang ingin saya bagi, tapi apa daya waktu demikian cepat bergulir dan kesempatan selalu tergerus dengan urusan pekerjaan.

Saya hanya ingin sedikit berbagi bahwa bermimpi itu tidak pernah sia-sia. Saya sudah membuktikannya berkali-kali, dan percayalah Allah itu tidak pernah membiarkan hamba-Nya kembali dengan tangan hampa.
Read more of this post

Avonturir Jogja-Bogor

Gunung Putri, 1-2 Maret 2015

It is good to have an end to journey toward; but it is the journey that matters, in the end. 
— Ernest Hemingway

Bagiku, perjalanan selalu menyenangkan. Tak peduli dalam keramaian, kesendirian, jalanan penuh debu, atau jejak-jejak tanah basah oleh hujan.

Perjalanan kali ini pun menyenangkan. Usai mendapatkan panggilan interview oleh PT Novell tanggal 24 Februari lalu, aku pun bergegas mencari informasi bagaimana rute perjalanan yang akan kutempuh sendirian itu. Kebetulan memang dari campus recruitment di UGM hanya aku sendiri yang dipanggil ke Bogor.

Berbekal hasil searching dengan Google Map dan http://www.bismania.com, aku pun berangkat ke Bogor menggunaan Rosalia Indah – VIP yang harga tiketnya lumayan nyaman di kantong mahasiswa. Tiket dibeli langsung di pool Ros-In Yogya (Jl. Ring Road Selatan) cukup dengan 160 ribu saja. Fasilitasnya lumayan, ada AC, reclining seat 2-2, TV, toilet, selimut, dan dapet kupon makan 1x di RM Lestari, Karanganyar.

Pukul 14.30 WIB, aku sudah sampai pool. Check-in ke petugas, ternyata dapet bus bernomor lambung 430. Sambil menunggu bus datang, duduk manis di ruang tunggu sambil nonton TV. Bus berangkat dari pool pukul 15.11 WIB, terlambat 11 menit dari jadwal yang tertera di tiket.

Read more of this post

Semacam Backpacker-an ke Bogor?

Usai yudisium hingga menjelang sumpahan apoteker (bisa jadi setelahnya) adalah masa-masa galau. Statusnya pun berubah galau, bukan lagi mahasiswa, bukan pula pekerja. Yah, biar keren pakai istilah English dikit: jobseeker.

Kira-kira seperti itulah kondisi saya saat ini.

Setelah beberapa minggu lalu digantung sama Dexa Group, katanya reschedule jadwal interview gara-gara pas dipanggil interview pas jadwalnya ujian kompre industri 1, tapi sampai sekarang gak dihubungi lagi. Trus panggilan interview Sanbe pun diundur hingga pertengahan bulan depan karena ada audit, juga harap-harap cemas menunggu hasil psikotest dan wawancara Kimia Farma, eh ternyata diundang ke Bogor oleh Novell.

Kaget juga sih, saya pikir gak lolos Novell karena beberapa teman (4 orang kalau gak salah) sudah dipanggil interview di Semarang dan Demak. Eh, dua hari kemudian giliran saya yang dipanggil ke Bogor.

But, wait!! Bogor? Sendirian?

Read more of this post

Judisium Kedua

Rumah, 3:18 pm.

Sebenarnya judisium sudah berlangsung beberapa hari yang lalu, tanggal 13 Februari lalu. Tapi baru hari ini saya sempat membuka blog. Dan saya tak sabar untuk berbagi kabar gembira.

Alhamdulillah, judisium kedua ini lebih mengesankan daripada judisium pertama saat S1 dulu. Beberapa dosen bahkan secara langsung mengucapkan selamat. Sangat menyenangkan. Terlebih pada doa-doa beliau untuk kesuksesan saya ke depan. Terima kasih :)

Juga untuk teman-teman alumni, khususnya mbak Dwi dan Ly. Terima kasih banyak atas bantuannya, baik secara finansial maupun motivasi sehingga saya bisa sampai pada tahap ini. Mungkin saya tidak bisa membalas kebaikan kalian, tapi Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Untuk ibu, ini persembahan untukmu. Meskipun tidak berarti, tapi saya ingin ibu bangga. Saya sudah menunaikan janji itu, untuk meraih IPK sempurna 4,00. Untuk menjadi lulusan terbaik profesi apoteker. Semoga ini bisa sedikit mengobati kelelahanmu…

Sungguh Allah Maha Luas Karunia-Nya. Dia pasti mengabulkan doa hamba-Nya yang mau berusaha. Ini adalah pembuktian yang kesekian kalinya. Segala puji bagi-Mu.

Terima kasih untuk kalian, yang tak pernah lupa mendoakan saya. Jalan perjuangan masih panjang. Ayo kita berusaha, sungguh-sungguh berusaha.