Petrichor

mencintaimu, dengan caraku sendiri

Semacam Backpacker-an ke Bogor?

Usai yudisium hingga menjelang sumpahan apoteker (bisa jadi setelahnya) adalah masa-masa galau. Statusnya pun berubah galau, bukan lagi mahasiswa, bukan pula pekerja. Yah, biar keren pakai istilah English dikit: jobseeker.

Kira-kira seperti itulah kondisi saya saat ini.

Setelah beberapa minggu lalu digantung sama Dexa Group, katanya reschedule jadwal interview gara-gara pas dipanggil interview pas jadwalnya ujian kompre industri 1, tapi sampai sekarang gak dihubungi lagi. Trus panggilan interview Sanbe pun diundur hingga pertengahan bulan depan karena ada audit, juga harap-harap cemas menunggu hasil psikotest dan wawancara Kimia Farma, eh ternyata diundang ke Bogor oleh Novell.

Kaget juga sih, saya pikir gak lolos Novell karena beberapa teman (4 orang kalau gak salah) sudah dipanggil interview di Semarang dan Demak. Eh, dua hari kemudian giliran saya yang dipanggil ke Bogor.

But, wait!! Bogor? Sendirian?

Read more of this post

Judisium Kedua

Rumah, 3:18 pm.

Sebenarnya judisium sudah berlangsung beberapa hari yang lalu, tanggal 13 Februari lalu. Tapi baru hari ini saya sempat membuka blog. Dan saya tak sabar untuk berbagi kabar gembira.

Alhamdulillah, judisium kedua ini lebih mengesankan daripada judisium pertama saat S1 dulu. Beberapa dosen bahkan secara langsung mengucapkan selamat. Sangat menyenangkan. Terlebih pada doa-doa beliau untuk kesuksesan saya ke depan. Terima kasih :)

Juga untuk teman-teman alumni, khususnya mbak Dwi dan Ly. Terima kasih banyak atas bantuannya, baik secara finansial maupun motivasi sehingga saya bisa sampai pada tahap ini. Mungkin saya tidak bisa membalas kebaikan kalian, tapi Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Untuk ibu, ini persembahan untukmu. Meskipun tidak berarti, tapi saya ingin ibu bangga. Saya sudah menunaikan janji itu, untuk meraih IPK sempurna 4,00. Untuk menjadi lulusan terbaik profesi apoteker. Semoga ini bisa sedikit mengobati kelelahanmu…

Sungguh Allah Maha Luas Karunia-Nya. Dia pasti mengabulkan doa hamba-Nya yang mau berusaha. Ini adalah pembuktian yang kesekian kalinya. Segala puji bagi-Mu.

Terima kasih untuk kalian, yang tak pernah lupa mendoakan saya. Jalan perjuangan masih panjang. Ayo kita berusaha, sungguh-sungguh berusaha.

What a Surprise!

Rumah, 02:10:02 pm

Barusan dapet sms teman sekelas, kode penguji kompre sudah keluar. Alhamdulillah, kedua dosen penguji sudah sangat familiar. Penguji industri adalah dosen pembimbing akademik saya dulu semasa S1. Sedangkan penguji apotek adalah dosen yang pernah terlibat cukup lama satu tim dalam penelitian sintesis. Bahkan beliau ini dulu yang saya mintai surat rekomendasi saat hendak mengajukan beasiswa IGPAS.

Terharu.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala malu bila seorang hamba membentangkan kedua tangannya untuk memohon kebaikan kepada-Nya, lalu Ia mengembalikan kedua tangan hamba itu dalam keadaan hampa atau gagal.” (HR Ahmad, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’)

Ya Rabb, Kau Maha Tahu bahwa diriku bukanlah apa-apa tanpa-Mu.

“Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” (Al Fath ayat 1)

Semangat Pu, ayo belajar lebih sungguh-sungguh lagi. Mudahkanlah urusan orang lain, niscaya Allah akan mempermudah urusanmu.

“…dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.” (An Najm ayat 39-41)

Water System di Industri Farmasi

Salah satu materi yang wajib diketahui oleh mahasiswa PKPA UGM di industri farmasi adalah mengenai air untuk industri farmasi (poin E di buku monitoring warna ijo itu lho…). Tapi sayangnya, selama saya PKPA di industri tidak pernah mendapatkan penjelasan apapun mengenai sistem pengolahan air, kecuali sekelumit informasi tentang Looping System dan kualifikasi kinerja (fase 1, fase 2, dan fase 3).

Berhubung industri farmasi itu highly regulated, maka seluruh aspek di dalamnya harus mengacu pada guidance yaitu CPOB. Air untuk industri farmasi memiliki pengaruh yang besar terhadap mutu obat yang dihasilkan, sehingga pengolahan air di industri farmasi pun diatur dalam CPOB.

Nah, di sini saya mau menuliskan sedikit gambaran mengenai sistem pengolahan air di industri farmasi untuk produk non steril (purified water, selanjutnya disingkat PW). Flow chart-nya kurang lebih seperti gambar di bawah ini:

taken from water-treatment-for-pharmaceutical.html

Air untuk industri farmasi bisa bersumber dari PAM maupun sumur artesis. Jika berasal dari sumur artesis, air dipompa naik melalui sand filter. Sand filter terdiri dari beberapa filter dengan porositas tertentu yang tersusun dalam satu vessel dengan bagian bawah vessel diberikan pasir sebagai alas. Sand filter berfungsi menyaring partikel-partikel besar berukuran 250-500 nm misalnya lumpur dan endapan kasar.

Read more of this post