Farmasi · Obat

Herbs at A Glance

Saat ini banyak orang yang menggunakan suplemen herbal untuk menjaga kesehatannya, meningkatkan sistem imun, mengobati alergi, dan sebagainya. Suplemen herbal juga bisa kita dapatkan dengan mudah di toko-toko obat. Jika anda adalah salah satu pengguna fanatik suplemen herbal, tahukah anda mengenai keamanannya? Benarkah anggapan selama ini bahwa yang herbal / natural itu pasti aman?

Herbs as medicine

Orang sudah menggunakan herbal sebagai obat sejak ribuan tahun yang lalu. Salah satunya, aloe vera atau yang lebih kita kenal sebagai tanaman lidah buaya digambarkan pada batu nisan orang-orang Egypt (Mesir). Aloe vera disebut sebagai “plant of immortality”, hadiah pemakaman Pharaoh.

Lavender digunakan di Mesir kuno sebagai bagian dari proses pengawetan atau mummifying tubuh orang yang sudah mati. Chasteberry digunakan untuk mengobati masalah menstruasi pada wanita dan untuk menstimulasi produksi air susu pada ibu menyusui. Hoodia, tanaman mirip kaktus di Afrika Selatan digunakan untuk mengatasi rasa lapar dan haus selama perburuan yang panjang.

Meskipun herbal telah digunakan sejak lama sebagai obat alami, but natural does not always mean safe!!! Herbal dapat berpengaruh pada tubuh anda, sama seperti obat-obat kimia. Herbal juga tidak menutup kemungkinan adanya efek samping.

Beberapa suplemen herbal diketahui berinteraksi dengan obat-obatan, seperti St. John’s wort yang dapat berinteraksi dengan pil KB. Penelitian juga menunjukkan bahwa apa yang tertulis di label suplemen herbal belum tentu sama dengan isi yang sebenarnya. Beberapa suplemen herbal ditemukan adanya kontaminasi logam, obat kimia off label, mikroorganisme, dan lain-lain.

Aloe Vera

Dahulu, aloe digunakan secara topikal untuk menghilangkan luka dan berbagai kondisi kulit, juga secara oral berguna untuk laksatif (pencahar). Sekarang, orang menggunakan aloe untuk mengatasi diabetes, asma, epilepsi, osteoarthritis, sunburns, dan psoriasis. Aloe gel bisa kita dapatkan dengan mudah pada berbagai produk untuk kulit seperti lotion dan sunblock.

Produk yang dibuat dari berbagai komponen aloe sebagai obat OTC (over the counter), pada tahun 2002 ditarik dari peredaran oleh FDA karena produsennya tidak mampu menunjukkan data keamanannya. Kram abdominal dan diare telah dilaporkan pada penggunaan oral aloe vera. Diare yang disebabkan oleh efek laksatif aloe mampu menurunkan absorpsi berbagai macam obat. Orang dengan diabetes yang menggunakan obat antidiabetes hendaknya berhati-hati menggunakan aloe secara oral karena dapat menyebabkan hipoglikemia.

Asian Ginseng

Asian ginseng digunakan untuk meningkatkan sistem imun, memperbaiki kesehatan setelah sembuh dari sakit, meningkatkan stamina, mengobati disfungsi ereksi, hepatitis C, gejala terkait menopause, kadar gula darah rendah, dan mengontrol tekanan darah.

Akar dari Asian ginseng mengandung zat aktif bernama ginsenoside (atau panaxoside). Akar ginseng dikeringkan kemudian digunakan untuk membuat tablet, kapsul, ekstrak, teh, krim, dan bentuk sediaan lainnya.

Beberapa sumber mengatakan bahwa penggunaan ginseng dalam jangka waktu lama menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, problem gastrointestinal. Asian ginseng juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada orang-orang tertentu. Dilaporkan juga adanya breast tenderness dan menstruasi tidak teratur pada penggunaan produk yang mengandung ginseng.

Astragalus

Astragalus digunakan dalam TCM (traditional Chinese medicine), biasanya dikombinasikan dengan herbal yang lain untuk meningkatkan sistem imun, pengobatan hepatitis kronis, penunjang terapi untuk kanker, penyakit hati. Juga digunakan untuk mencegah dan mengobati common cold (selesma) dan infeksi saluran pernapasan atas.

Akar astragalus digunakan dalam sop, teh, ekstrak, atau kapsul. Astragalus dinyatakan aman untuk sebagian besar orang dewasa, namun efek sampingnya belum bisa diketahui dengan pasti mengingat bahwa produk astragalus biasanya dikombinasikan dengan herbal yang lain.

Astragalus mungkin berinteraksi dengan obat yang menekan sistem imun seperti siklofosfamid, dan juga berefek pada konsentrasi gula darah dan tekanan darah. Orang harus berhati-hati karena beberapa spesies astragalus mengandung racun, seperti spesies yang tumbuh di US mengandung neurotoksin swainsonine dan menyebabkan “locoweed” pada hewan.

to be continued

Reference:

Herbs at A Glance: A Quick Guide to Herbal Supplements
U.S. Department of Health and Human Services, National Institutes of Health
National Center for Complementary and Alternative Medicine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s