Farmasi · Health Corner

Sekilas Mengenai MERS – CoV

taken from topnews.ae

Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus atau yang lebih dikenal sebagai MERS – CoV, akhir-akhir ini menjadi topik perbincangan di berbagai media massa dunia. MERS – CoV merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh corona virus -mirip dengan virus yang ditemukan pada kelelawar-, pertama kali ditemukan di Arab Saudi pada tahun 2012.

Unta diduga merupakan host dari MERS – CoV dan bertanggung jawab terhadap penularannya pada manusia. Di Saudi Arabia telah ditemukan antibodi terhadap MERS – CoV yang cukup tinggi pada unta, virus diisolasi dari nasal dan kotoran unta.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa MERS – CoV ada di dalam susu unta yang tidak dipasteurisasi, meskipun disimpan pada suhu 4°C, virus masih dapat menular lebih dari 72 jam. Akan tetapi virus tersebut tidak ditemukan setelah pasteurisasi.

Menurut data yang dilaporkan ke WHO, kejadian infeksi MERS – CoV meningkat tajam pada bulan April 2014. Peningkatan ini kemungkinan disebabkan oleh:

  1. Deteksi kasus lebih sensitif, lebih aktif mencari, melacak kontak, dan perubahan algoritma pengujian.
  2. Peningkatan transmisi zoonosis.
  3. Peningkatan penyebaran infeksi nosokomial.
  4. Penularan  pada manusia ke manusia lebih efektif.
  5. Kesalahan hasil lab yang positif.

Gejala-gejala yang umumnya terjadi pada penderita yang terinfeksi MERS – CoV antara lain demam, batuk, napas pendek-pendek, dan seringkali berkembang menjadi penyakit pernapasan berat. Sekitar 50% penderita dari berbagai negara dilaporkan meninggal, sebagian lainnya mengalami penyakit saluran pernapasan.

Hingga saat ini masih dilakukan investigasi, belum ditemukan vaksin dan obat untuk menyembuhkannya. Perawatan medis hanya untuk mengurangi symptom saja. Disarankan untuk melakukan tes PCR (polymerase chain reaction), skrining gen upE dan ORF-1a untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Mekipun demikian, untuk antisipatif kita bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan, yaitu:

  1. Cuci tangan dengan sabun dan air.
  2. Makan makanan yang dimasak dengan baik dan aman, hindari daging undercook dan susu yang tidak dipasteurisasi (terutama susu unta) atau makanan yang disiapkan pada kondisi yang tidak memenuhi syarat kesehatan, cuci buah dan sayur dengan baik sebelum dimakan.
  3. Menjaga kebersihan diri.
  4. Hindari kontak yang tidak perlu dengan binatang, terutama unta.
  5. Gunakan tindakan pencegahan yang tepat manakala terjadi close contact dengan seseorang yang mengalami infeksi pernafasan akut, diare, dan potensial terkena infeksi MERS – CoV.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s