Uncategorized

Galau

Akademisi atau praktisi?

Dua-duanya boleh? Sepertinya otak ambisiusku mulai berontak. Ah, mengapa harus memilih yang begini? Maunya sih kalau dua-duanya bisa kujalani.

Di satu sisi, sehabis profesi nanti aku sudah harus mengambil peran dalam dunia kerja. Mempertimbangkan kondisi keluargaku yang memang menginginkan aku agar segera bekerja. Meringankan beban ibuk tentu saja. Beliau sudah sangat menunggu saat-saat itu, saat dimana melihatku bekerja, berkeluarga, dan punya anak. Yah, harapan biasa seorang ibu terhadap anak perempuannya.

Di sisi lain, aku ingin melanjutkan S2. Kembali menyelami ilmu, meneliti sesuatu, sedikit-sedikit belajar untuk melakukan publikasi ilmiah, dan berburu beasiswa. Barangkali Allah memberiku kesempatan kedua untuk bisa menuntut ilmu di negeri impianku. Tapi apa ya tega, melihat ibukku menanti sekian lama lagi?

Tidak ingin menjadi egois, tetapi bukan berarti menyerah pada keadaan. Impianku masih sama. Mimpiku masih hidup.

Kalaulah boleh, Tuhan….
Izinkan aku untuk bisa bekerja sekaligus melanjutkan studi S2. (aamiin)

Gubug Biru, 06:04 am

10 thoughts on “Galau

      1. iya, mudah2an sembari kerja, bisa sambil S2..kebanyakan temen2ku seperti itu..tp apapun keputusan, semoga itu yang terbaik puch..goodluck puch..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s