Farmasi · Health Corner

Bagaimana Mengatasi Mata Ikan (Plantar Verruca)?

Definisi

Plantar verruca atau biasa dikenal dengan penyakit mata ikan merupakan tumor jinak pada epidermis yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). HPV bukanlah virus yang mudah menular, tetapi membutuhkan akses untuk masuk berpenetrasi pada kulit seperti retakan atau luka terbuka.

Kebanyakan plantar verruca tidak berbahaya, self limiting disease, akan hilang dengan sendirinya dalam 1-2 tahun tanpa treatment. Akan tetapi, plantar verruca bisa sangat mengganggu pada beberapa orang, dapat tumbuh dan menyebar pada tempat-tempat lain.

taken from http://www.rightfoot.com.au

Ada dua tipe plantar verruca yaitu solitary (sering membesar ukurannya dan berkembang membentuk satellite) dan mosaic (kluster dari beberapa plantar verruca kecil yang tumbuh berdekatan bersama-sama dalam satu area, lebih sulit untuk ditangani daripada yang solitary).

Epidemiologi

  1. 7-10% prevalensi terjadi pada anak-anak dan orang dewasa muda. Penyembuhan pada penderita anak-anak biasanya lebih mudah daripada orang dewasa.
  2. Lebih sering terjadi pada orang yang mengurusi daging, ikan, dan peternakan.
  3. Pasien dengan sistem imun yang menurun (seperti penderita diabetes, HIV, kemoterapi, limfoma, pasien transplantasi) lebih mudah terserang plantar verruca, sulit disembuhkan, dan ada kemungkinan kekambuhan setelah treatment.
  4. Penularan terjadi karena kontak langsung dengan HPV, misalnya di tempat-tempat umum dimana orang tidak menggunakan alas kaki, menggunakan sandal yang sama untuk banyak orang seperti di kolam renang, kelas karate, di rumah yang anggota keluarganya ada yang terinfeksi.
  5. Inkubasi 2-6 bulan.
  6. Lebih banyak terjadi pada orang kulit putih.

Gejala dan Tanda

  1. “Rock in shoe.”
  2. Penebalan kulit, terdapat semacam kalus karena jaringan yang mengeras.
  3. Sakit jika digunakan untuk berjalan dan berdiri, atau ditekan.
  4. Ada titik-titik kecil pada permukaannya, berupa darah yang mengering dalam kapiler yang terinfeksi.
  5. Tumbuh lambat (ukuran maupun jumlahnya), sedikit lunak, sulit  disembuhkan.
taken from http://www.akronics.com

Treatment

Membiarkan saja plantar verruca tanpa treatment memiliki banyak keuntungan. Pertama, murah. Kedua, tidak ada efek samping seperti sakit, inflamasi, bekas luka. Ketiga, membiarkannya sembuh sendiri berarti mendapatkan sistem imun alami sehingga lebih tahan terhadap serangan infeksi lain.

Topical

Agen topikal yang sering digunakan antara lain asam salisilat, cantharone, trichloroacetic acid, podophyllin, imiquimod, 5-fluorouracil. Asam salisilat berfungsi sebagai keratolitik. Penggunaan asam salisilat selain melunakkan kulit juga dapat menyebabkan mild inflamasi.

Sebagian besar agen topikal bekerja lebih baik jika diaplikasikan setelah keratin dikupas dengan mata pisau setiap malam, kemudian obat dioleskan dan pengobatan dilanjutkan hingga 6-12 minggu. Kebanyakan pasien menyerah karena tidak sabar melakukan pengobatan yang sangat lama.

Merendam plantar verruca setiap hari dengan formalin 3% selama 6-12 minggu kadang dapat membersihkan kepingan plantar verruca. Plantar verruca digosok setiap malam, direndam dalam formalin selama 10-20 menit. Bagian kulit yang sehat dapat dilindungi dengan vaselin jika perlu.

Monochloroacetic acid kristal pada 50% krim asam salisilat sangat membantu untuk mengisolasi plantar verruca kurang dari 10 mm pada pasien yang tidak cocok dengan agen topikal yang lain. Krim dan kristal ditempelkan, balut dengan plester untuk 3 hari sehingga terjadi abses yang bisa diangkat dari kulit sekelilingnya. Abses ini dilakukan insisi dan drainase, plantar verruca diangkat dari kulit menyisakan luka bersih yang bisa sembuh dalam 2-3 minggu.

Injeksi

Injeksi intralesi bisa dilakukan dengan candida antigen, bleomycin, atau alfa interferon.

Low level laser (660 nm)

Menghilangkan keratin tebal sangat penting sebelum treatment dengan laser, karena laser tidak bisa penetrasi pada keratin yang tebal dan gelap. Treatment  ini akan sakit dan mungkin butuh lokal anestesi. Salah satu keuntungan menggunakan cara ini adalah tidak terjadi bengkak atau melepuh pasca treatment, namun mungkin akan terjadi memar yang dapat hilang dalam seminggu. Mekanisme kerjanya dengan memblok nutrisi mencapai kapiler kecil yang dapat menyebabkan nekrosis iskemik.

Surgical

Keberhasilannya sangat tergantung dari skill operator, sangat penting untuk menghilangkan semua jaringan yang terinfeksi untuk mencegah tumbuhnya lesi kembali. Ini cara terakhir jika treatment yang lain tidak berhasil.

Alternatif lain

Alternatif lain bisa dilakukan dengan electrocautery, cryotherapy, nitrogen cair, agen sistemik (simetidine, retinoid, cidofovir, vitamin A + zinc), adhesiotherapy (duct tape, super glue), hyperthermia, propolis, raw garlic cloves, tea tree oil, hypnosis.

Photo dynamic therapy dengan 5-aminolevulinic acid juga bisa digunakan, tetapi butuh waktu lama, mahal, dan hasilnya tidak menjamin.

Pencegahan

  1. Jangan menyentuh plantar verruca yang diderita orang lain
  2. Jangan berbagi sandal, sepatu, kaus kaki dengan seseorang yang terinfeksi plantar verruca
  3. Gunakan sandal pribadi ketika berada di tempat-tempat umum yang memungkinkan dilewati banyak orang tanpa alas kaki.
  4. Balut plantar verruca anda dengan plester
  5. Jangan digaruk atau dikupas sembarangan karena akan semakin memudahkan penularannya.

Demikian mengenai mata ikan yang mungkin sangat mengganggu. Perlu diperhatikan agar jangan melakukan cara-cara sendiri untuk menghilangkan mata ikan seperti mengorek dengan pisau atau jarum yang tidak steril, karena akibatnya bisa berbahaya dan sangat mungkin menyebabkan infeksi.

4 thoughts on “Bagaimana Mengatasi Mata Ikan (Plantar Verruca)?

  1. dulu pas jaman awal2 SD (pertama dan terakhir kena mata ikan), ngobatin mata ikan pake minyak goreng bekas nggoreng kunyit😀
    *resep kampung*

    1. barangkali di dalam kunyit mengandung senyawa antiviral, jadi bisa digunakan untuk mengobati mata ikan
      kalau yang saya tau, kulit pisang sama bawang putih juga bisa dipakai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s