Farmasi · Health Corner

Jangan Panik Ketika Anak Anda Diare!

Dear young mother,

Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mengulas mengenai diare pada anak. Sebagaimana kita ketahui bahwa kasus diare pada anak sangat mungkin terjadi dan biasanya ibu-ibu muda sering panik saat mengetahui anaknya diare.

Jangan panik, berikut akan saya sampaikan mengenai treatment diare pada anak yang benar. Check it out!

taken from http://www.dancow.co.id

Kapan anak mengalami diare?

Anak disebut diare apabila dalam sehari melakukan buang air besar 3 kali atau lebih, konsistensi feses encer dan berair. Jika anak anda buang air besar lebih sering daripada biasanya dengan feses yang berair, mungkin anak anda mengalami diare.

Diare biasa terjadi pada anak-anak, khususnya pada anak umur 6 bulan hingga 2 tahun. Bisa juga terjadi pada bayi di bawah 6 bulan yang diberi minum susu sapi atau susu formula.

Mengapa diare pada anak berbahaya?

Pertama, kehilangan cairan tubuh. Kehilangan lebih banyak cairan dan garam dari dalam tubuh akan menyebabkan dehidrasi. Semakin sering anak diare, semakin banyak cairan yang terbuang. Dehidrasi juga bisa terjadi karena anak mengalami muntah yang biasanya menyertai diare. Dehidrasi selama diare merupakan masalah yang sangat serius dan menjadi penyebab utama kematian pada bayi di seluruh dunia.

Kedua, kehilangan nutrisi. Diare dapat menyebabkan malnutrisi yang semakin diperburuk jika ibu tidak memberi makan anaknya ketika mereka sedang diare.

Assessment

Untuk membedakan apakah anak anda mengalami dehidrasi berat atau tidak, bisa dilihat dari tabel berikut. Apabila ada 2 tanda atau lebih yang terjadi pada anak anda, kemungkinan anak anda mengalami dehidrasi.

Severe dehydration

Some dehydration

Mengantuk, tidak sadar Gelisah atau lekas marah
Mata cekung Mata cekung
Tidak mampu minum atau sangat sedikit minum Sangat bernafsu untuk minum, mudah haus
Jika kulit ditekan, perlu waktu lebih dari 2 detik untuk kembali normal Jika kulit ditekan, perlu waktu 1 detik untuk kembali normal

Tatalaksana Terapi

Mencegah terjadinya dehidrasi

First line therapy untuk diare adalah pemberian ORS (oral rehydration solution) atau mungkin lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan Oralit. Banyak minum air atau bahan makanan yang mengandung air seperti bubur, sop, air tajin, jus buah segar tanpa gula. Bisa juga dengan meningkatkan frekuensi menyusui untuk bayi yang masih minum ASI.

Larutkan ORS dalam 1 liter air minum, berikan beberapa kali sehari untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Pada bayi bisa menggunakan pipet tetes atau syringe tanpa jarum, anak di bawah 2 tahun dengan sendok setiap 12 menit, lebih dari 2 tahun dengan gelas. Hindari penggunaan botol dan dot. Jika anak muntah, tunggu 5-10 menit kemudian berikan ORS kembali.

Jika tidak tersedia ORS, bisa dibuat sendiri larutan gula dan garam dengan komposisi tepat sehingga rasanya seperti ‘air mata’. Larutan ini bisa disimpan pada suhu kamar hingga 6 jam, jika lebih dari 6 jam sebaiknya diganti dengan larutan yang baru.

Suplemen Zinc

Zinc berguna untuk menurunkan durasi dan keparahan diare, serta mencegah kemungkinan terjadinya diare lagi dalam 2-3 bulan ke depan. Selain itu, zinc bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan dan pertumbuhan anak.

Tablet zinc bisa dilarutkan bersama air minum, ORS, maupun susu. Dosis zinc 20 mg/hari untuk anak usia 6 bulan atau lebih (1 tablet), 10 mg/hari untuk bayi kurang dari 6 bulan (0,5 tablet). Durasi pemberian selama 10 atau 14 hari, tetap diteruskan meskipun diare sudah berhenti.

Pemberian makanan kepada anak selama diare

Pemberian makanan harus tetap dilakukan karena ORS tidak bisa menggantikan nutrisi yang hilang. Berikan makanan ekstra pada anak selama 7 hari agar berat badan yang hilang selama sakit bisa cepat kembali normal.

Jangan memberikan soft drink, teh manis, jus buah manis, dan kopi, karena justru akan memperparah diare.

Catatan khusus

Antibiotik tidak dibutuhkan pada treatment diare, dan sebaiknya dihindari. Namun, apabila dalam feses ditemukan darah, segeralah dibawa ke rumah sakit. Pada kasus ini kemungkinan dibutuhkan antibiotik.  Diare biasanya akan sembuh dalam 3 hari, jika diare masih berlangsung sebaiknya segera dibawa ke klinik atau rumah sakit terdekat.

Demikian, sedikit ulasan mengenai penanganan kasus diare pada anak. Semoga bisa menjadi referensi ketika anak anda mengalami diare, dan tidak perlu panik.🙂

Di bawah ini adalah Bristol Chart, bisa digunakan untuk mengidentifikasi kapan dikatakan diare, normal, atau konstipasi.

taken from forums.filmnoirbuff.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s