Farmasi · Obat

Obat-Obat yang Mengubah Warna Urin dan Feses

taken from http://www.dokterdigital.com

Kemarin sore, saya mendapatkan pesan masuk dari seorang teman. Dia ingin mengkonfirmasi sesuatu mengenai pengobatan yang sedang dilakukan. Kurang lebih begini bunyi pesannya:

“…. Btw Puch. Aku mau tany, apa kalo minum rifampicin urineny jd merah? It normal atau gmn?”

Bagian awal pesannya saya cut, karena memang urusan pribadi dan tidak ada hubungannya dengan tulisan yang akan saya bahas di sini.

Saya salut sama teman saya yang satu ini. Dia orangnya sangat teliti, biasanya sebelum mengkonsumsi obat (baik OTC maupun obat resep dokter) selalu telp atau sms dulu dan saya yakin dia pasti sudah mencari-cari info di internet mengenai obat-obatan tersebut. Sebagai farmasis, seneng dong punya teman yang seperti ini, kita berasa “berguna”.😀

Oke, kembali ke topik. Saya pernah mendapatkan kuliah Compounding & Dispensing yang secara khusus membahas mengenai obat-obatan yang dapat menyebabkan perubahan warna pada feses dan urin. Kebetulan juga keluar saat Ujian 1 kuliah profesi kemarin, jadi sedikit banyak saya masih ingat.

Obat-obat yang dapat merubah warna feses

Obat/Golongan Obat

Warna yang Dihasilkan

Antasida, tipe aluminium hidroksida Keputih-putihan atau bintik-bintik putih
Antrakuinon Noda berwarna kecoklatan pada mukosa rectal
Antibiotika, oral Abu-abu kehijauan
Antikoagulansia Pink sampai merah atau hitam
Garam-garam bismuth Hitam kehijauan
Charchoal Hitam
Klofazimin Merah sampai hitam kecoklatan
Garam-garam ferro Hitam
Heparin Pink sampai merah atau hitam
Indosianin hijau Hijau
Indomethasin Hijau disebabkan karena biliverdinemia
NSAID Pink sampai merah atau hitam
Omeprazole Diskolorisasi
Fenazopiridin Oranye-merah
Pirvinium pamoat Merah
Rifampin Merah-oranye
Risperidone Diskolorisasi
Salisilat terutama aspirin Pink sampai merah atau hitam

Obat-obat yang dapat merubah warna urine

Obat/Golongan Obat

Warna yang Dihasilkan

Aminopirin Merah
Asam aminosalisilat Diskolorisasi, berwarna merah dalam larutan hipoklorid
Amitriptilin Biru-hijau
Antrakuinon Kuning-coklat dalam urin asam, kuning-pink-merah dalam urin basa
Antipirin Merah-coklat
Azuresin Biru atau hijau
Klorokuin Kuning karat sampai coklat
Khlorzoxazon Oranye atau merah keunguan
Simetidin injeksi Hijau
Klofasimin Merah sampai hitam kecoklatan
Daunorubisin Merah
Deferoksamin Kemerah-merahan
Doksorubisin Merah
Entakapon Kecoklatan oranye
Ethoksazen Oranye sampai oranye coklat
Flutamid Kuning sawo atau kuning-hijau
Furazolidon Coklat
Garam ferro Hitam
Idarubisin Merah
Indandion Oranye-merah dalam urin basa
Indomethasin Hijau disebabkan karena biliverdinemia
Levodopa Merah-coklat, gelap yang tetap dalam larutan hipoklorid
Loratadin Diskolorsasi
Methokarbamol Gelap sampai coklat, hitam atau hijau yang tetap
Methyldopa Gelap yang tetap dalam larutan hipoklorid
Methilene blue Biru atau hijau
Metrinodazole Gelap, coklat
Metoksantron Biru-hijau
Niacin Gelap
Nitrofurantoin Kuning karat sampai coklat
Pamaquin Kuning karat sampai coklat
Fenasetin Coklat gelap sampai hitam yang tetap
Fenazopiridin Oranye sampai merah
Fenolftalein Pink sampai merah keunguan dalam urin basa
Fenothiazina Pink sampai merah atau merah-coklat
Fensuksimid Pink sampai merah atau merah-coklat
Fenitoin Pink sampai merah atau merah-coklat
Primaquin Kuning karat sampai coklat
Promethazin injeksi Hijau
Propofol injeksi Hijau, putih, pink, coklat, atau merah-coklat
Quinakrin Sangat kuning dalam urin asam
Quinine Coklat sampai hitam
Resorsinol Hijau gelap
Riboflavin Kuning fluoresensi
Rifabutin Diskolorisasi
Rifampin Merah-oranye
Sulfasalazin Oranye-kuning dalam urin basa
Sulfonamide, antibacterial Kuning karat sampai coklat
Sulindak Diskolorisasi
Tolkapon Kuning cerah
Tolonium Biru-hijau
Triamteren Biru pucat fluoresensi
Warfarin Oranye

Perubahan warna tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor, misalnya warna feses hitam pada obat salisilat menunjukkan adanya perdarahan intestinal, warna hijau pada promethazin injeksi disebabkan oleh fenol sebagai pengawet dalam formulasi sediaan injeksi. Beberapa obat yang dapat menyebabkan urin berwarna karena memang warna obatnya seperti itu. Misalnya dalam kasus teman saya, setelah minum rifampin (bisa juga disebut rifampicin) urinnya menjadi berwarna merah. Rifampin diekskresikan dari tubuh sebagian dalam bentuk aslinya. Karena obat ini berwarna merah tua, maka hasil ekskresinya juga akan berwarna merah, terutama jika digunakan dalam takaran besar. Hasil ekskresi bisa dikeluarkan melalui urin, air mata, feses, dan sebagainya.

Jadi, jangan khawatir jika setelah minum obat-obatan tersebut di atas anda mengalami perubahan warna urin atau feses. Untuk lebih jelasnya, silakan konsultasikan dengan apoteker anda. Kenapa dengan apoteker, bukan dengan dokter? Karena hal-hal mengenai obat adalah bidang keahliannya apoteker, sedangkan dokter hanya wajib mendiagnosis dan menuliskan resep.

Oya, sebagai pasien anda berhak untuk mendapatkan KIE dari apoteker. Jangan sampai di loket pengambilan obat atau di apotek anda hanya mendapatkan info “obat ini diminum sekian kali sehari, setelah atau sebelum makan”. Itu mah bukan apoteker namanya, semua orang juga bisa baca sendiri dari etiket obatnya. So, jangan sungkan untuk bertanya sejelas-jelasnya mengenai obat anda kepada apoteker.🙂

31 thoughts on “Obat-Obat yang Mengubah Warna Urin dan Feses

  1. Halo Puch apa kabar?🙂
    saya juga termasuk yang suka ngecek obat yang saya terima dari dokter ataupun apoteker, selalu googling karena memang pengen tahu dan biasanya saya tanyakan ke temen yang kuliah di farmasi juga, Nandini (blogger juga dia). bener ya gimanapun juga kita berhak tahu tenteng obat yang kita minum🙂

  2. Walah, la jenis obat e itu ada buanyakkk,.. kalo bukan apoteker mana ngerti yak😀
    etapi kadang ada lo mbak apoteker yang nggak ngerti, saya lagi anyang2an saya tanya obat apa yang bagus, yang biasa dokter pake buat kasih resep ke pasien, dia kasih sebuah obat trus saya bilang nggak mau yg itu, soalnya kmrn minum itu nggak mempan, eh dia kebingungan trus telp dokternya

    1. apoteker juga manusia mbak, banyak gak ngerti dan lupanya
      makanya dalam seven star pharmacist, seorang apoteker diharuskan belajar sepanjang hayat, sekarang sistemnya pakai SKP yang mau gak mau menuntut apoteker untuk mengikuti perkembangan zaman mengenai penyakit dan obat-obatan
      pertanyaan dari pasien seperti yang mbak Chris lakukan secara tidak langsung akan membantu apoteker untuk belajar meningkatkan kapasitas keilmuannya dan juga belajar menjadi “partner” dokter😀

    1. kalau obatnya dalam bentuk strip, blister, atau catch cover ada nama generiknya mas
      kalau obatnya dalam bentuk lepasan yang cuma obat doang langsung dibungkus plastik, pasien berhak untuk bertanya dan konfirmasi ke apoteker, tanyakan itu obat namanya apa dan fungsinya untuk apa😀

  3. rifampicin ? mmhh kyk ga asing ditelingaku..jadi teringat jg sama hetambutol (klo ga salah namanya)…
    btw iya pernah tuh urine ku berubah warna..tp aku biasanya sih nanya dokter knp kok begitu..

    1. mungkin maksud mas danni –> “etambutol”
      kombinasi rifampicin dan etambutol memang sering digunakan untuk terapi terbaik TB mas
      iya, bertanya ke dokternya juga gak papa tapi harusnya apoteker ngasih tau anda, sehingga tugasnya gak cuma baca resep, bungkusin obat dan nyerahin obat tanpa konseling ke pasien🙂

      1. wah info banget nih….apoteker harusnya begitu ya..iya klo sy bertanya kedokter..krn pas ksh resep biasanya sy rewel..nanya kira2 ada efeknya ga..mis: urin tadi, atau ngantuk,dll..

        ternyata itu termasuk keharusan apoteker jg ya..thnx infonya puji..

      2. nah, itu dia mas
        selama ini terdapat banyak miskonsepsi antara kewenangan dokter vs apoteker
        dan sayangnya, kebanyakan apoteker tidak berani “unjuk gigi”, jadi selalu saja menjadi second line di bawah dokter
        padahal seharusnya antara dokter, apoteker, perawat itu kedudukannya satu tim, equal, dan punya tugas dan wewenang masing-masing
        dokter yang mendiagnosis dan menulis resep, perawat yang melakukan asuhan keperawatan, sedangkan apoteker melakukan pharmaceutical care termasuk memberikan informasi selengkap-lengkapnya pada pasien mengenai obat-obatan yang diberikan

      3. gak cuma mas danni kok, hampir semua orang berpikiran seperti itu
        saya jadi punya ide bikin tulisan lagi yang khusus membahas soal ini, tapi gak di blog ini kali ya… nanti salah sasaran
        hehe

  4. dulu saya juga pernah minum obat, kemudian urine jadi berwarna seperti teh gttu dch.
    saat saya datang lagi (dokter) bilang kalau lambung saya bermasalah.

    emang ada hubungannya ya kalo urine sama lambung bermasalah.

      1. kak aku kan baru jalan2 terus kaki aku pegel dikasih obat sama saudara terus udah enakan besoknya urinenya jadi hijau gimana caa mengatasi?

  5. assalamualaikum,, salam kenal..sy mohon pencerahannya.. sy menderita wasir sudah 2 minggu bab berdarahcukup banyak ,,oleh dokter diberikan transamin 250mg..kadang pendarahan berhenti..setelah 10 hari obat habis.. dan masih berdarah.. saya beli transamin lagi..tapi oleh apotek diberikan yg 500mg..baru minum 2 hari..feses menjadi hitam pekat dan agak cair..itu apakah karena obat atau hal lain?? terimakasih sebelumnya.. wassalam

  6. maaf sedikit terlupa, karena bab berdarah terus saya jg rajin mengkonsumsi penambah darah tonikum bayer dan hemonion dan jus buah bit..apakah itu juga berpengaruh?? terima kasih sekali lagi

    1. Dear Pak Muhammad Jonni

      Transamin ada efek samping diare memang. Sedangkan tonikum bayer, buah bit bisa menyebabkan perubahan warna urin. Tapi untuk penjelasan lebih lanjut, silakan hubungi dokter anda, mungkin ada diagnosa lain.

      Terima kasih.

  7. Mba numpang nanya saya sehabis minum obat dialet ko warna urin sya berwarna kuning kemerahan apakah itu efek obat dialet

  8. Hai😀 saya mau tanya. Saya terkena penyakit TBC, setelah saya mengonsumsi obatnya, urine saya berubah warna menjadi merah. Apakah itu normal? Mohon penjelasannya.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s