Farmasi · Health Corner

Minuman Kunyit Asam untuk Keluhan Dismenore

taken from manfaatkhasiat.com

Sudah beberapa hari badan terasa pegal-pegal, rasa tak enak badan, kemudian puncaknya kemarin sore, nyeri dan kram abdominal semakin menjadi-jadi. Bagi sebagian besar wanita hal semacam itu sudah lumrah terjadi setiap bulannya, nyeri muncul sebelum atau bersamaan dengan awal menstruasi dan hilang dengan sendirinya kurang dari 72 jam. Itu adalah gejala dan tanda dismenore primer.

Beberapa orang mungkin hanya mengalami keluhan ringan seperti itu, tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari. Tapi tak jarang yang mengeluhkan bahwa dismenore yang mereka alami seringkali mengganggu aktivitas harian, kadang-kadang mual, muntah, pusing, diare, bahkan ada yang sampai pingsan.

Kalau membahas tentang dismenore, barangkali butuh satu SKS kuliah tersendiri dan kalaupun dituliskan di sini akan terlalu panjang. Saya hanya akan menuliskan tentang rasa penasaran saya mengenai minuman kunyit asam yang secara turun-temurun sejak zaman nenek dulu dipercaya mampu mengatasi keluhan nyeri menstruasi.

Kok bisa?

Kalau obat-obatan analgetik seperti ibuprofen, aspirin, parasetamol dan sebagainya mungkin dengan mudah saya bisa menjelaskan kalau mereka mampu meredakan nyeri dengan cara menghambat sintesis prostaglandin, suatu mediator inflamasi, tersangka utama penyebab menstrual cramps. Nah, bagaimana dengan minuman kunyit asam? Apakah ia memiliki mekanisme aksi yang sama seperti obat-obatan tersebut?

Kunyit (Curcuma longa L.)

Tanaman yang termasuk famili Zingiberaceae ini digunakan sangat luas di Indonesia dan banyak negara lainnya sebagai bumbu masak, pewarna alami makanan, ramuan jamu, bahkan saat ini sudah berkembang menjadi bahan dasar sediaan fitofarmaka. Rempah asli Asia Tenggara ini mengandung senyawa yang berkhasiat obat yakni curcuminoid serta minyak atsiri seperti sesquiterpen, zingiberene, sabinen, borneol, dan lain-lain.

Berbagai penelitian mengenai rimpang tanaman kunyit menyebutkan bahwa kunyit bermanfaat sebagai analgetik, antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, antikanker, dan menurunkan kadar lemak darah serta kolesterol. Analisis fitokimia rimpang kunyit pada tahun 2002 di Brazil menunjukkan aktivitas poten sebagai analgetik pada tikus yang diinduksi dengan formalin dan capsaicin.

Asam Jawa (Tamarindus indica L.)

Tanaman yang satu ini juga dimanfaatkan sebagai bahan bumbu masakan di Indonesia. Memiliki kandungan bahan aktif seperti xylose, xyloglycan, tannin, saponin, sesquiterpen, dan anthocyanin. Xylose dan xyloglycan pada buah asam sangat bermanfaat untuk kosmetika medis. Sedangkan anthocyanin terbukti sebagai senyawa antiinflamasi dan antipiretik.

Pengaruh minuman kunyit asam terhadap dismenore

Pada saat menstruasi, hormon progesterone turun karena korpus luteum berinvolusi. Hal ini menyebabkan luruhnya endometrium dan vasospasme pembuluh darah. Vasospasme akan mengaktifkan metabolisme asam arakidonat sehingga prostaglandin (terutama PGF2α) dan  leukotrien naik.

Prostaglandin dan leukotrien merupakan mediator inflamasi, menyebabkan kontraksi uterin dan meningkatkan sensitivitas serabut nyeri. Serviks akan menyempit dan vasopressin dilepaskan. Terjadilah vasokonstriksi dan hipertonus yang berujung pada suatu keadaan yang sering kita kenal sebagai dismenore.

Menurut beberapa penelitian yang telah dipublikasikan, kandungan curcumin dan anthocyanin dalam minuman kunyit asam ternyata mampu menghambat enzim COX (berfungsi mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin) yang tentu saja akan mengurangi terbentuknya prostaglandin, sehingga inflamasi berkurang. Influks ion kalsium ke dalam kanal kalsium pada sel-sel epitel uterus dihambat oleh curcumin sehingga kontraksi uterus juga berkurang. Selain itu, kandungan tannin, saponin, sesquiterpen, phlobotamin dalam buah asam mempengaruhi sistem syaraf otonom sehingga menenangkan pikiran dan mengurangi tekanan psikis.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa kombinasi kunyit dan asam jawa mampu mengurangi bahkan beberapa pendapat mengatakan bisa menghilangkan keluhan dismenore. Hasil penelitian pada remaja putri Sekolah Menengah Pertama  di Kotamadya Surakarta tahun 2010 menunjukkan adanya hubungan positif antara kebiasaan mengkonsumsi minuman kunyit asam dan keluhan dismenore menggunakan perhitungan Odds Ratio.

Hmm, jadi begitu ya? Kearifan lokal zaman dahulu memang patut dilestarikan dan tugas kita sebagai kaum yang katanya intelektual ini adalah membuktikan secara ilmiah sehingga dapat dikembangkan untuk kemaslahatan banyak orang nantinya. Ah, semakin didalami ilmu itu semakin menarik saja. Iya kan?🙂

8 thoughts on “Minuman Kunyit Asam untuk Keluhan Dismenore

  1. mbak… kalo keluhan sakit saat menstruasi tiap bulan bergantian itu kenapa ya…? Daku mengamati diriku sendiri. Misal bulan ini sakiiiiit, bulan depan agak gak sakit. Bulan depannya lagi sakiiiiiit, bulan depannya lagi gak sakit. Kenapa bisa begitu ya…? Padahal konsumsi kunyit asamnya sama ajha tuh.

    1. Bisa banyak faktor yang berpengaruh mbak, dismenorea sendiri ada 2 macam: dismenorea primer dan sekunder. Klo yang primer biasanya sakitnya gak lebih dari 72 jam (atau 3 hari) sebelum dan awal menstruasi. Klo sakitnya lama (hampir selama menstruasi) wajib dicurigai, lebih baik periksa ke dokter.
      Trus penggunaan obat-obat kontrasepsi juga berpengaruh, misal IUD.
      Selain itu, faktor psikis juga ambil peran. Pada saat sibuk banyak kerjaan biasanya malah gak terasa sakit, tapi kalau pas waktu luang, dismenorea malah sering terasa sakitnya.

      Mengenai obat, kunyit asam bukan satu-satunya cara untuk meredakan dismenorea lho…
      Bisa juga dengan istirahat, seka panas, olahraga, pijat (bukan di bagian abdomen), pakai pakaian yang longgar dan kalau tak tertahankan bisa menggunakan analgetika seperti OARNS nirsalisilat (misal. ibuprofen), aspirin, atau parasetamol.

      1. Nah… Kalau ‘kasus’ saya itu selalu berpola lho… Saya mengamatinya sudah lama… sakitnya hanya sekitar 12 jam saja, sih… gak lama…

        Saya gak mau minum obat, hanya jamu saja.🙂

      2. ah ya, jika demikian silakan mb menghubungi dokter obsgin saja utk lebih jelasnya (klo sakitnya benar-benar mengganggu), tp klo cuma sekitar 12 jam saya kira itu dismenorea biasa

        klo lebih suka minum jamu, silakan dilanjutkan jamunya. hehe…tapi saya gak bisa ngasih saran lebih banyak soal jamu karena bidang studi saya bukan farmasi bahan alam, melainkan farmasi industri. nanti kalau ketemu teman saya yang bahan alam, coba saya tanyakan jamu yang lebih bagus selain kunyit asam untuk mengatasi dismenore🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s