Farmasi

TO Uji Kompetensi Apoteker Indonesia 2014

Hari ini saya berkesempatan untuk mengikuti TO UKAI 2014 di CBT Center Fakultas Kedokteran Univ. Muhammadiyah Yogyakarta. Berdasarkan briefing kemarin, panitia pusat menjelaskan bahwa TO UKAI kedua ini diselenggarakan serentak di beberapa kota seluruh Indonesia dan diikuti sekitar 1310 mahasiswa profesi apoteker.

Secara resmi, UKAI sebagai syarat untuk mendapatkan STRA mungkin baru akan diberlakukan tahun depan. Sementara TO UKAI ke-2 ini (TO UKAI pertama tahun 2013 lalu) merupakan salah satu tahapan untuk menghasilkan soal-soal uji kompetensi yang baik dan berkualitas, sehingga perlu diujicobakan kepada para calon apoteker.

Jumlah soal uji kompetensi total sebanyak 200 soal yang bisa dikerjakan dalam waktu 200 menit. Jadi, satu soal harus dibaca dan dijawab dalam satu menit saja. Kategori soal ada tiga macam yaitu pharmaceutical sciences, clinical sciences, dan social sciences. Kalau berdasarkan pengalaman saya tadi, soalnya berbeda-beda antara satu peserta dengan yang lainnya. Soal yang saya kerjakan porsi paling banyak adalah farmasi klinik, baru kemudian farmasi industri, dan paling sedikit farmasi bahan alam.

Secara keseluruhan, waktu 200 menit itu sangat cukup untuk menjawab keseluruhan soal dan sekali mereview jawaban. Hanya saja tipe soal yang berupa kasus kadang membuat kita terkecoh apabila tidak pandai dalam menemukan kata kunci. Misalnya seperti ini:

Seorang pasien wanita berumur 27 tahun dibawa ke UGD Rumah Sakit X. Pasien tersebut mengalami sesak nafas, mual, muntah, dan sebagainya. Berdasarkan keterangan keluarganya, didapati bungkus parasetamol kosong sebanyak 3 strip di dalam kamar pasien. Diagnosa dokter menyebutkan bahwa pasien keracunan parasetamol. Apakah antidotum spesifik untuk keracunan parasetamol?

Nah, soal itu kan intinya pada “antidotum spesifik keracunan parasetamol” saja. Tapi kita dibuat mikir dulu dengan kasusnya. Kadang ini membuat kita bosan dan cepat lelah, membuang-buang waktu, kehilangan konsentrasi sehingga luput menganalisis kata kunci.

Tips saya sih, baca dulu pertanyaannya (biasanya ada pada kalimat terakhir). Jika langsung bisa dijawab, ya tinggal klik buletan di sebelah kanan jawaban. Dalam contoh di atas jawabannya langsung ketebak, yaitu asetil sistein. Dengan demikian kita gak perlu baca kasus secara keseluruhan. Tapi jika kalimat terakhir belum bisa dijawab langsung, mau gak mau ya tetep kita baca kasusnya dari awal.

Software yang digunakan dalam TO UKAI ini user friendly kok, mudah digunakan dan selalu ada konfirmasi ketika kita membuat keputusan-keputusan penting seperti mengumpulkan jawaban final. Ada opsi untuk kembali ke soal sebelumnya, kosongkan jawaban, atau lompat ke soal nomor berapa. Jawaban yang masih ragu pun bisa ditandai dengan (*) dan yang masih kosong akan ditandai dengan (?) sehingga sewaktu-waktu kita bisa mengecek kembali dengan cara scroll. Yang penting jangan sampai kita close browser mozilla firefox-nya. Karena sekali di-close, kita harus reset ulang dan login lagi dari awal.

Yah, TO UKAI ini bagi saya cukup menyenangkan meskipun banyak juga soal-soal yang sempat membuat saya pusing. Dan bisa dijamin hasilnya benar-benar menjadi ukuran seberapa paham diri kita tentang kompetensi apoteker karena gak pernah ada kesempatan untuk tengok kanan kiri apalagi bawa contekan. Haha. Lha wong masuk ruangan CBT saja hanya boleh membawa diri dan kartu peserta. Semua tas, catatan, alat tulis, kalkulator, jam tangan, dan apapun itu wajib ditinggal di ruangan tersendiri yang terkunci selama ujian. Bahkan kalau mau ke toilet saat mengerjakan soal pun bakal diantar oleh panitia pengawasnya.😆

Semoga dengan adanya UKAI ini, standar kompetensi apoteker benar-benar bisa diterapkan sehingga tidak ada lagi yang namanya “apoteker jadi-jadian”. Kalau memang gak kompeten ya silakan mengulang dan kalau bosan mengulang ya silakan mundur saja. Kan begitu? Karena toh ke depan kita harus bisa mensejajarkan diri dengan negara-negara lain yang sudah menerapkan advanced pharmaceuticals, gak melulu basic.

No pharmacist no services.😉

6 thoughts on “TO Uji Kompetensi Apoteker Indonesia 2014

    1. Buat calon apoteker saja, kalau memperpanjang STRA cukup dengan mengumpulkan SKP sebanyak 150 poin dalam 5 tahun.
      Iya, baru uji coba. UKAI yang beneran rencananya mulai tahun 2015 nanti, tapi belum ada osce seperti UKDI itu. Selama ini kan lulusan apoteker langsung dapet sertifikat kompetensi tanpa harus melalui UKAI, jd ini dibuat sistem baru seperti kalian para dokter.

    1. Maaf Angel, karena kesibukan beberapa bulan ini off dari blog. Sebenarnya dulu saya sempat membuat resume soal UKAI pasca ikut TO, tapi ada di laptop dan laptopnya ketinggalan di Jogja. Jd, mohon maaf tidak bisa memenuhi permintaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s