Farmasi · Obat

Minum Obat Sebelum atau Sesudah Makan?

taken from meetdoctor.com

Beberapa hari yang lalu saat saya masih bertugas di Puskesmas Mergangsan dan kebetulan sedang mendapat giliran jaga di loket penyerahan obat, ada seorang pasien yang bertanya tentang waktu minum obat. Sesuai prosedur, saat saya menyerahkan obat kepada pasien harus disertai dengan pemberian informasi obat meliputi nama obat, khasiat atau kegunaan, aturan pakai, efek samping, dan sebagainya. Kebetulan pasien yang satu ini mendapatkan beberapa item obat, di antaranya ada yang harus diminum sebelum makan dan ada yang harus diminum sesudah makan.

Sebagaimana kebiasaan umum yang berkembang di masyarakat kita, kebanyakan orang berpendapat bahwa minum obat HARUS sesudah makan. Begitu pula dengan apa yang dipercayai oleh pasien ini. Setelah saya jelaskan mengenai aturan pakai obatnya, beliau malah bingung.

“Mbak, kenapa minum obatnya ada yang sebelum makan dan ada yang sesudah makan. Alasannya apa? Kalau misalnya obat yang ini (sambil menunjuk obat yang seharusnya diminum sebelum makan) saya minum sesudah makan, apa yang terjadi? Boleh gak saya minum sesudah makan saja?”

Benarkah obat harus selalu diminum sesudah makan?

Jawabannya: tidak selalu. Ada obat yang memang harus diminum sesudah makan, ada obat yang harus diminum sebelum makan, ada obat yang harus diminum saat makan, dan ada obat yang harus diminum saat perut kosong.

Waktu minum obat erat kaitannya dengan mekanisme farmakokinetik obat di dalam tubuh manusia yang meliputi fase absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi. Obat-obatan tertentu diminum sesudah makan atau pada saat makan karena proses absorpsi/penyerapan obat tersebut lebih baik ketika ada makanan atau ditujukan untuk menghindari terjadinya iritasi pada saluran cerna. Sedangkan obat-obat lain diminum sebelum makan atau pada saat perut kosong karena absorpsinya lebih baik ketika lambung dalam kondisi kosong (tidak ada makanan).

Jadi, pemahaman bahwa obat harus selalu diminum sesudah makan tidak selamanya benar. Untuk lebih jelasnya, silakan tanya ke apoteker saat anda menerima obat dari rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan, atau apotek.

Apa akibatnya jika minum obat pada waktu yang tidak tepat?

Untuk beberapa macam obat mungkin tidak terlalu berpengaruh secara signifikan. Tetapi perlu diingat, obat yang absorpsinya baik dalam keadaan perut kosong, jika diminum sesudah makan akan mengalami penurunan absorpsi sehingga kadar obat di dalam darah menjadi lebih sedikit. Hal ini akan menyebabkan efek terapi yang dihasilkan berkurang atau bahkan tidak berefek sama sekali jika kadar obat berada di bawah MEC (minimum effective concentration).

Demikian pula sebaliknya, obat yang seharusnya diminum bersama makanan karena bisa mengiritasi lambung, apabila diminum saat perut kosong akan menyebabkan iritasi dan memperparah kondisi seseorang yang memiliki tukak lambung. Bukannya sembuh tetapi malah tambah sakit kalau begini kejadiannya.

Jadi meskipun terkesan sepele, namun waktu minum obat sangat berpengaruh pada keberhasilan terapi yang anda lakukan. Maka dari itu, perhatikan baik-baik instruksi dari apoteker ketika anda menerima obat.

Salam DAGUSIBU.

DApatkan obat secara benar. GUnakan obat secara benar. SImpan obat dengan benar. BUang obat dengan benar.🙂

10 thoughts on “Minum Obat Sebelum atau Sesudah Makan?

  1. Saya pernah dpt resep obat untuk diminum sblm makan. Saya tidak protes apa-apa waktu. Baru sekarang sy tahu alasannya, setelah baca postingan ini….:mrgreen:

    1. Bukan postingan yang penting, tetapi di masyarakat sering banget terjadi “salah kaprah” kalau minum obat harus makan dulu. Senang kalau pasiennya seperti mas hilal, gak pakai protes. Ada lho pasien yang gak cuma protes tetapi malah ngatain petugas medisnya salah karena nyuruh minum obat kok sebelum makan, gitu…

  2. Intinya, bukan tanpa alasan mengapa obat harus diminum sebelum atau sesudah makan, termasuk juga berapa kali dalam sehari karena semuanya sudah dilakukan penelitian, sesuai dengan kebutuhan dan ketahanan tubuh. Tapi memang ada sebagian orang yang ‘ga mau repot’ dengan jadwal minum obat, maunya cepat sembuh padahal cara yang dilakukannya keliru sehingga reaksi obat menjadi tidak maksimal.

    1. iya, betul sekali Abi…
      soalnya yang kena dampaknya juga kami-kami ini, petugas medis
      nanti kalau hasil terapinya gagal, pasien merasa obatnya gak manjur padahal cara pakainya yang salah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s