Adventure · Career

Avonturir Jogja-Bogor

taken from http://www.novellpharm.com

Gunung Putri, 1-2 Maret 2015

It is good to have an end to journey toward; but it is the journey that matters, in the end. 
— Ernest Hemingway

Bagiku, perjalanan selalu menyenangkan. Tak peduli dalam keramaian, kesendirian, jalanan penuh debu, atau jejak-jejak tanah basah oleh hujan.

Perjalanan kali ini pun menyenangkan. Usai mendapatkan panggilan interview oleh PT Novell tanggal 24 Februari lalu, aku pun bergegas mencari informasi bagaimana rute perjalanan yang akan kutempuh sendirian itu. Kebetulan memang dari campus recruitment di UGM hanya aku sendiri yang dipanggil ke Bogor.

Berbekal hasil searching dengan Google Map dan http://www.bismania.com, aku pun berangkat ke Bogor menggunaan Rosalia Indah – VIP yang harga tiketnya lumayan nyaman di kantong mahasiswa. Tiket dibeli langsung di pool Ros-In Yogya (Jl. Ring Road Selatan) cukup dengan 160 ribu saja. Fasilitasnya lumayan, ada AC, reclining seat 2-2, TV, toilet, selimut, dan dapet kupon makan 1x di RM Lestari, Karanganyar.

Pukul 14.30 WIB, aku sudah sampai pool. Check-in ke petugas, ternyata dapet bus bernomor lambung 430. Sambil menunggu bus datang, duduk manis di ruang tunggu sambil nonton TV. Bus berangkat dari pool pukul 15.11 WIB, terlambat 11 menit dari jadwal yang tertera di tiket.

Yang paling menarik dalam perjalanan kali ini adalah mendapatkan teman duduk yang luar biasa, seorang bapak yang sudah sering melakukan perjalanan Jogja-Bogor. Bagiku yang newbie dalam hal perjalanan jauh seperti ini tentu sangatlah penting untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang “tau jalan”. Setelah ngobrol banyak dengan bapak itu, akhirnya keberanianku naik beberapa level lebih tinggi setelah sempat agak was-was takut nyasar. Maklumlah, tempat yang dituju belum pernah kukunjungi sebelumnya dan ini perjalanan jauh pertama sendirian, tanpa teman. Hiks.

Alhamdulillah, Allah memberikan teman perjalanan yang menyenangkan.

Kami berpisah di Citeureup, dimana aku harus turun di depan pintu tol, sementara bapak tersebut ikut bus ke pool di Tajur. Kebingungan pun berawal di sini. Angkot warna biru sih banyak, tapi yang ke arah Wanaherang yang mana? Tapi lagi-lagi Allah memberikan kemudahan, angkot pertama yang kusamperin adalah angkot biru no 38 yang memang menuju ke Wanaherang. Baru kemudian aku naik angkot dan minta diberitahu jika sudah sampai depan PT Novell, maklum aku juga belum pernah melihat di sebelah mana dan seperti apa PT Novell itu.😎 Dari Citeureup sampai ke PT Novell bayar angkot 6 ribu saja.

Sampai di gerbang PT. Novell, pedemeter-ku langsung anjlok. Bagaimana tidak, yang kulihat di deretan ruang tunggu adalah mas-mas berkemeja putih bersih, rapih, celana panjang licin, dan sepatu kinclong. Sementara aku baru saja turun dari angkot setelah menempuh perjalanan semalaman, masih pakai kaos, bersepatu karet, dan (maaf) masih bau karena belum mandi.😆 Setelah menemui security, lapor bahwa aku diundang interview dengan Bu Lucy, ternyata mereka sudah paham. Di depan mereka sudah ada daftar nama dan alamat asalku. Jadi, setelah disodori form isian visitor dan identitas diri, menyerahkan KTP, aku pun langsung cuss ke toilet dulu.

Hei, apakah kalian pernah menjumpai jobseeker yang mau interview user tapi malah minta izin numpang mandi di toilet perusahaan terlebih dahulu? Barangkali aku makhluk pertama yang demikian.😆

Udah mandi, bersih-bersih, udah rapi dan wangi, akhirnya aku kembali ke pos security dan menunggu instruksi selanjutnya. Kira-kira setengah jam kemudian baru dipanggil ke ruang meeting 3 dan berlangsunglah tanya jawab ala user vs jobseeker. Gak sampai 1 jam aku sudah keluar ruangan, ambil ID card, dan cuss nyari angkot depan pabrik.

Tapi ternyata angkot 38 gak bisa sampai Citeureup. Setelah beberapa kali nyoba menghentikan angkot tidak bisa, ditanyalah oleh si mamang yang lagi siram-siram air di pinggir jalan. Dia kaget mendengar bahwa aku sedang cari angkot ke Baranang Siang untuk pulang ke Jogja siang itu juga. Si mamang bilang waktunya gak akan cukup, jadi beliau kasih saran untuk beli tiket dulu di agen pertigaan sekitar 500 meter di ujung jalan, baru ngejar bus ke terminal Baranang Siang.

Dan jalan kaki 500 meter pakai high heels itu lumayan capek sodara-sodara. Apalagi medan jalannya berlubang-lubang, berkerikil, dan berdebu seperti itu. Mana sampai di agen katanya tiket bus ke Jogja hari itu sudah habis. Huhu… Gambling, aku pun nyari bus jurusan Bogor yang bisa langsung ke Baranang Siang. Pikirku, dapet gak dapet tiket yang penting udah di terminal. Ongkos bus dari Gunung Putri ke Baranang Siang 8 ribu saja.

Sampai di terminal udah jam 12 siang, langsung naik ke lantai 2 untuk cari tiket ke Jogja. Alhamdulillah, masih ada Sinar Jaya yang berangkat jam 3 sore. Harga tiketnya ternyata lebih murah daripada Rosalia Indah, cukup 107 ribu dari Bogor ke Jogja dengan fasilitas yang gak jauh berbeda. Dapet seat yang keren pula, paling depan jadi bisa melihat pemandangan sepanjang jalan Bogor-Jogja.

Sambil menunggu keberangkatan, ngisi perut dulu di lantai 2 terminal. Beli mie telur rebus dan sebotol air mineral (harganya 11 ribu), duduk manis menghadap pemandangan gunung di kejauhan yang masih berselimut kabut. Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Ini perjalanan yang sangat menyenangkan. Bisa menikmati waktu sendirian, melihat pemandangan menakjubkan, dan tentu saja mie rebus panas yang masih mengepul sangat menggiurkan.

Jam 4 sore akhirnya aku pun pulang ke Jogja bersama bus Sinar Jaya. Tak banyak yang bisa diceritakan dalam perjalanan pulang ini karena terlalu capek dan sepanjang jalan aku tertidur.😎 Hanya sekali di jalan yang dekat dengan hutan-hutan itu bus kami sempat dilempar batu oleh orang (sekitar jam 1 malam), sehingga membuat drivernya marah-marah. Selebihnya aku tidur nyenyak hingga tak terasa pagi hari jam 5 sudah sampai di terminal Giwangan.

Aah, lega. Satu agenda terselesaikan dengan penuh kejutan. Ini pertama kalinya perjalanan jauhku sendirian tanpa nyasar. :p

14 thoughts on “Avonturir Jogja-Bogor

    1. Gak jadi Uda, saya jadinya kerja di Bandung sebulan saja trus sekarang pindah ke Cikarang. Sama-sama industri obat, tapi insyaallah yang di tempat baru lebih sesuai hati nurani dan gaji #eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s