Uncategorized

Yang Tak Disukai

Cikarang, tengah malam.

Tulisan ini dibuat untuk sekedar menghalau rasa lapar di kala tengah malam terbangun gara-gara mendengar putaran suara anak kunci kamar sebelah yang hendak masuk kerja shift 3.

Ngomong-ngomong soal lapar, kemarin long shift tanpa direncanakan. Gak pesan catering kantor dan malas untuk sekedar mampir warteg sepulangnya. Udah langsung pengin rebahan aja, pegel-pegel ini punggung karena bolak-balik sampling. Ternyata cleaning validasi itu pekerjaan yang lumayan menguras tenaga dan gak ada habisnya. Padahal kayaknya cuma mengurusi hal-hal remeh temeh semacam residu kimia dengan konsentrasi yang amat sangat kecil, di bawah 0.1 ppm.

Ngomong-ngomong soal kerjaan, dulu saya paling anti sama hal-hal berbau analisis. Pasalnya nilai kimia analisis saya semasa kuliah tidak pernah lebih baik dari huruf C. Dan saya paling benci sama itung-itungan, apalagi yang pakai regresi linier dan semacamnya. Tapi ternyata pekerjaan saya sekarang gak jauh-jauh sama yang namanya analytical method dan ngurusin angka desimal, sekian angka di belakang koma.

Tapi justru itu yang bikin hidup lebih hidup. Yah, mirip iklan Chitato jaman dulu lah, “Life is never flat.” Aseek. Terkadang, hal yang tidak kita sukai justru memicu kita untuk menjadi lebih baik. Apalagi urusan kerjaan, kita gak mau kan kalau teman-teman kantor (apalagi atasan) menilai kita gak capable. Begitupun saya, orang-orang koleris-melankolis seperti saya cenderung perfeksionis. Itu yang mendorong saya untuk mendalami apa yang tengah saya kerjakan.

Teringat jamannya interview dan ketemu pak manager pertama kalinya, interview yang lebih mirip dengan tebak-tebakan hadits. Dimana yang ditanyakan sedikit sekali yang menyinggung tentang pekerjaan, selebihnya adalah “pertanyaan menjebak” masalah moral dan profesionalitas Apoteker. Beliau pernah memberikan beberapa pilihan kepada saya: karir, finansial, knowledge, dan satu lagi pilihan yang saya lupa (kedudukan klo gak salah). Selain itu beliau mengajukan pilihan lain: vertikal atau horizontal? Saya wajib memilih salah satu dari pilihan-pilihan tersebut.

Ah ya, ini semacam pendalaman karakter mungkin. Bapak sedang mencari kandidat yang cocok untuk bekerja di bawah departemennya. Setelah menjawab pilihan saya adalah ini itu dengan alasan begini begitu, finally Bapak bilang bahwa beliau tidak akan mempekerjakan seseorang di tempat yang dia sukai. Beliau akan “memaksa” seseorang untuk menyukai hal apa yang tidak disukainya. Dan pernyataan ini terjawab sehari setelah interview. Saya diterima bekerja di bagian yang paling saya hindari. Haha.

Tujuh bulan bekerja di sini, saya akhirnya paham apa maksud Bapak menempatkan saya di sini. Yakni agar saya belajar dan terus belajar untuk menjadi capable di bidang yang menjadi kelemahan saya itu. Eight stars pharmacist banget kan, bahwa Apoteker itu harus long life learner. Nyatanya saya yang dulu gak suka analisis, gak suka bermain angka, gak suka mikir njelimet, sekarang jadi suka sama yang namanya presisi, akurasi, lineariti, spesifisitas, recovery, stability, LOD, LOQ (stop…stop…Pu, kebanyakan istilah kamu, yang baca pasti bosan).😆

Sedikit demi sedikit, pekerjaan yang tidak saya sukai itu justru menjadi kesibukan yang menyenangkan. Pertanyaan-pertanyaan seputar pekerjaan itu pun menjadi pendorong untuk mencari tahu lebih banyak lagi. Rasanya ada kepuasan tersendiri gitu, saat bisa menjawab pertanyaan based on scientific reason. Juga, masih setia baca-baca jurnal ilmiah. Berasa kuliah kan…. Ternyata hal yang tidak disukai pun akan terasa menyenangkan kalau kita menikmatinya sebagai sesuatu yang positif.

Benarlah yang Allah bilang, bahwa apa-apa yang kita sukai belum tentu baik bagi kita, sedangkan apa-apa yang tidak kita sukai justru itu yang terbaik bagi kita.

Sekian dan terima kasih. Udah 2016, mari kita fastabiqul khairat dalam memperbaiki diri.

11 thoughts on “Yang Tak Disukai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s