Uncategorized

Work Hard Play Hard

Dulu, waktu awal-awal kerja, saya berpikir bahwa ungkapan “work hard play hard” itu nonsense. Cuma alasan mereka-mereka yang doyan main, gaya hidup hedonisme. Yah, namanya lulusan baru, baru mentas dari kampus trus newbie di dunia kerja memang masih kentel idealismenya toh. Wajar. 

Setelah dua tahun (lebih 2 bulan) merantau, menjajaki kota Bandung lanjut ke Cikarang, saya berubah pikiran. Ternyata “work hard play hard” itu bener. Bukan cuma nonsense. Dua tahun hidup di kota metropolitan yang merenggut waktu dan kehidupanmu itu, sudah cukup untuk merasakan yang namanya kejenuhan. Lima hari kerja di depan komputer, full dari pagi sampai sore (kadang lembur), membuat lelah baik fisik maupun psikis. Dua hari sisanya, sudah semacam ajang balas dendam. 

Tidur. Baca novel. Mbolang. Jalan-jalan. Belanja. Nongkrong. Karaoke. Ngembangin hobby. Kebetulan saya suka panahan, jadi latihan di club panahan adalah kegiatan wajib saat weekend. Semua itu sudah menjadi habit setiap ada kesempatan libur. 

Keseimbangan itu perlu. Setelah otak dan tubuh diforsir untuk bekerja keras lima hari, mereka butuh hiburan. Sesuatu yang membuat kamu bahagia, recharge energi, untuk performa kerja kamu di lima hari berikutnya. Bagi kalian yang senasib sama saya (jadi kuli di perantauan) pasti paham. 

That’s life. Harus balance kalau gak mau stress trus resign atau gonta-ganti kerjaan. Hari gini cari kerja susah, Men. Hargai dan cintai pekerjaan yang sudah ada. Tinggal menciptakan zona nyaman saja. Yang penting positif ya, jangan lari ke narkoba, minuman keras, pergaulan bebas dan semacamnya. 

Okee, cuma mau nulis ini aja kok. Tiba-tiba kepikiran waktu nongkrong gini. Happy weekend guys, nikmati hidupmu. Hidup cuma sekali, jangan dibikin stress. Lemesin aja. 

Salam, anak rantau.

[De Box Cafe, Cikarang; 16.48]

Advertisements

13 thoughts on “Work Hard Play Hard

  1. IYA BANGET !!
    *nahloh
    Daku yg belum setahun kerja aja, udah ngerasain banget itu mbak. Haahahaaa. Cuman, aku nggak matok waktu weekend. Kapan aja kalo ada orang ngajakin jalan, atau aku pengen “kabur”, aku kabur! Hahaha. Pokoknya pelampiasan deh!
    Mau nonton di bioskop, beli buku, ke pantai, muter2 tanpa tujuan, dll.
    Bahkan sekedar ndekem di kafe aja aku udah bahagia releasing stress wkwk.

    lho kok jadi blogpost sendiri ini? Haha.
    Salam kuliiii!!!!

    1. Cieee…kuliii… Nah, betul kan? Kadang jadi malu sama diri sendiri, dulu aku mikirnya sempit banget ya. Negative thinking terus. Sekarang udah ngerasain betapa membosankannya kerja di ibukota, baru tau rasa.

      1. nah mbak sih mending di ibukota, aku padahal kerja di jogja aja lho hahaha. tapi teteup sih mbaak, kerja dimanapun yaaa stres itu bakal ada. hepi-in aja, bener kata mbak sih haha.
        kalo stres, yaudah istirahat dulu. awal2 kerja aku sering dimarahin temen2ku krna maksain diri banget sampe sakit. kesini-kesini, yaudahlah~ selow-in aja hehe.

        malah pernah marah sama temen yang ngomen kegiatan refreshingku dgn “muslim itu refreshingnya ibadah, bukan jalan-jalan atau nonton film.” KAREPMU le ngomong we lah . wkwkw

      2. Ibadah gak cuma di masjid loh… Jalan-jalan, ketemu orang, jalin silaturahim, eh kebetulan ada yang perlu ditolongin di jalan…itu juga ibadah. 😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s