TWA Angke Kapuk

Perahu Dayung
Perahu Dayung

Bosan main ke mall?

Sebagai pejuang pabrik yang hidup di tengah kawasan industri, week end artinya gak jauh-jauh dari nge-mall. Ya mau gimana lagi, di Cikarang gak ada apa-apa. Paling banter main ke Bekasi atau Jakarta, isinya mall-mall semua.

Jangan hopeless dulu, ada lho tempat wisata menarik buat kamu-kamu yang bosan main ke mall. TWA Angke Kapuk, Jakarta punya, mungkin bisa menjadi salah satu destinasi pilihan untuk menghabiskan week end kamu dengan yang hijau-hijau seger.

Pondok Kemah
Pondok Kemah

Saya tau tempat ini dari sahabat saya, sebut saja Er. Waktu lagi suntuk-suntuknya, dia tiba-tiba japri saya via whatsapp ngajakin jalan. Gayung bersambut, pas banget saya lagi gak akur sama temen-temen kantor, jadilah kami jalan berdua ke sini.

Karena lokasi tempat tinggal kami yang berseberangan, satu di Jababeka satunya lagi di Lippo Cikarang, kami memutuskan untuk berangkat pakai bus dari Lippo dan pulang via Commuterline, biar adil. Hehe. Pagi-pagi mendung gerimis gitu kami sudah menyusuri jalanan Jakarta, dari Lippo naik AO shuttle lanjut Trans Jakarta sampai depan PIK.

Untuk menuju ke lokasi TWA Angke Kapuk, kami perlu berjalan beberapa ratus meter lagi dari halte Trans Jakarta, melewati Tzu Chi Center. Sepintas, tak tampak ada yang menarik di sana, hanya hutan mangrove biasa. Tetapi setelah berjalan ke dalam, saya terlanjur terkesima dengan mushola di atas air yang dikelilingi oleh hutan bakau. Tempatnya sejuk, asri, hening, jauh dari keramaian ibu kota. Gak nyangka kalau tempat itu literally masih di Jakarta.

Spot Foto Paling Oke
Spot Foto Paling Oke

Setelah bayar tiket masuk 25K per orang, kami menuju pintu masuk untuk diperiksa tiket dan tasnya. Oya, di sini tidak diizinkan membawa makanan masuk. Juga kamera DSLR kena charge kalau dibawa masuk. Kami sih cuma bawa HP doang ya, dan menyelundupkan air mineral juga snack ringan. Heu… Komentar si Er sih, beli makanan di sini mahal. Iya sih, waktu itu kami beli nasi, telur, sayur, dan segelas teh saja harus bayar 30K.

Di tempat ini kita bisa berjalan-jalan atau naik sepeda, bisa juga menikmati wisata air dengan perahu. Kami memilih wisata ekonomis ya, jadi cukup jalan kaki saja berkeliling menyusuri jembatan kayu. Kita bisa melihat pondok-pondok kemah di atas air, jembatan gantung, penanaman bakau, tempat bermain anak, naik ke tower, ataupun naik perahu baik dengan mesin maupun yang didayung manual.

Menurut saya tempatnya asyik banget untuk refreshing sejenak dari kesibukan kota Jakarta, short escape dari kepenatan kerja di kantor, seru juga untuk wisata keluarga, atau sekedar jalan-jalan bareng temen. Banyak juga yang menggunakan tempat ini untuk hang out sama pacar. Jadi, tetep jaga hati ya para jomblo fisabilillah kalau lagi main ke sini jangan mupeng liat kanan kiri banyak pasangan asyik foto-foto selfie. Hihi. Memang tempatnya seru banget buat foto-foto.

Lampion di dekat tempat makan
Lampion di dekat tempat makan

Mungkin karena saya pecinta wisata alam kali ya, jadi main ke sini saja sudah merasa happy banget. Sama seperti happy-nya saya waktu jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor (sama si Er juga waktu itu perginya ya). Satu saja yang bikin ngeri di tempat ini, saat naik ke tower yang di bawah ada tulisan maksimal 4 orang. Tapi orang-orang suka naik sembarangan tanpa peduli di atas masih ada pengunjung lain atau tidak. Padahal kondisi tangganya sudah mengkhawatirkan, banyak geripis-geripis karatan gitu.

Saya dan Er, taken by kamera jahat Er. Heuheu..
Saya dan Er, taken by kamera jahat Er. Heuheu..

Gak nyangka kan kalau di Jakarta masih ada tempat seindah ini? Panas-panas dikit sih, tapi kalah sama indahnya dedaunan bakau yang menyegarkan mata. Saran saya sih, bawa payung kalau gak mau kulit gosong di sini.

Jadi gimana? Tertarik untuk datang ke sini?

Penjaringan, Jakarta Utara

11 thoughts on “TWA Angke Kapuk

  1. Iya, aku bosan deh ke mall tapi anakku itu anak mall, hahaha
    Aku kalau bosen ke mall yang paling deket sama rumah ya pantai.
    Libur panjang baru bisa cari destinais agak jauh.
    Eh, Jakarta ada tempat seger juga ya…di sana kalau bawa DSLR di charge berapa? ternyata mah sama saja…padahal kalau pribadi harusnya tidak kan foto bagus ikut promoin tuh tempat.

    • Iya, mbak. Gak nyangka kan Jakarta masih ada tempat seperti itu.
      Saya gak begitu inget charge berapa kalau bawa DSLR, karena waktu itu saya cuma bawa HP doang.
      Sepertinya khawatir klo yg bawa kamera DSLR bakal bikin foto pre-wed tanpa izin, soalnya tempat ini dikomersilkan sebagai tempat foto pre-wedding gitu.

      • oala…jadi seperti itu….aku yang kaget itu saja di Bali ada, dulu pantai ini tempat persembunyian ku dengan suami kalau ingin mantai, sepi dan parkir pun gratis wong jalan turun saja kami harus menyibak duri, setahun kemudian…harus bayar parkir dan kalau bawa DSLR harus bayar 50rb. Hm……sebegininya ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s