Robohnya ‘Gubug’ Kami

March 19, 2014 § 10 Comments

Rabu kelabu. Pagiku pun tak lagi biru.

Kabar yang kucuri dengar dari sebalik tembok kamar, berasa membakar telinga, lalu perlahan panasnya turun ke dada. Mempercepat degup yang mampu beresonansi pada kelenjar air mata.

“Rasah dodol. Warungmu diobong uwong.”

Begitu penggalan kalimat yang kudengar dari tamu kami pagi ini. Sementara ibuk tergopoh-gopoh keluar dari dapur, dengan sedikit gemetaran menemui tamu kami.

Ya, ini adalah kejadian ketiga dari rentetan teror yang ditujukan untuk keluarga kami. Rupanya mereka –orang-orang yang membenci keluarga kami, entah untuk alasan apa- tak puas hanya dengan membakar warung kami sekali dulu. Juga tak puas dengan reaksi kami yang tenang-tenang saja saat mereka membuang tinja di warung kami, menumpuk kotoran unggas di bawah lantai bambu, juga melempar bangkai ayam di atas atapnya. Belum puas dengan perbuatan tak bertanggungjawab menempelkan gambar tengkorak yang membuat ibuk kami ketakutan untuk berjualan lagi.

Entah untuk alasan apa….

« Read the rest of this entry »

Serial Comdis #2

March 15, 2014 § Leave a comment

Ini pekan keduaku menjalani praktikum Compounding & Dispensing. Agak berbeda dari praktikum minggu lalu, kali ini kami harus melakukan skrining resep lengkap (administratif, farmasetis, klinis) dan juga harus membuat sediaan.

Belajar dari pengalaman kemarin, aku sedikit melakukan perbaikan dalam manajemen waktu. Pada akhirnya bisa juga selesai membuat sediaan. Tetapi masih saja ada kekurangan, sepertinya kali ini aku harus bisa memanajemen laporan tertulis. Bagaimana membuat format laporan dalam kertas folio itu agar lebih efektif dan efisien –tak perlu ada perulangan tulisan yang sama berkali-kali.

« Read the rest of this entry »

Perihal Tempat Duduk

March 11, 2014 § 13 Comments

kenapa yang paling depan dibiarkan kosong? taken from georgetterox.wordpress.com

Tiga minggu pertama kuliah. Seingatku, baru sekali aku mengambil tempat duduk di deretan kedua. Selebihnya, aku selalu duduk di deretan pertama, ujung bagian timur, tepat di depan layar proyektor. Tak peduli ada atau tidaknya teman sebangku. Kursi di sebelahku itu, kadang kosong tanpa penghuni, kadang ada juga teman mahasiswi, tak jarang justru mahasiswa.

Mungkin beberapa orang merasa aneh dengan kebiasaanku. Saat teman-teman yang lain saling berebut untuk mendapatkan kursi (yang tidak di depan sendiri), aku justru dengan santainya duduk paling depan meskipun kursi di deretan belakang banyak yang kosong. Saat teman-teman yang lain merasa tidak nyaman ketika duduk sendirian sehingga kebanyakan mereka rela umpel-umpelan sebangku dipakai berenam, aku justru lebih suka meja yang lapang. Tak perlu harus saling beradu sikut dengan teman sebangku.

« Read the rest of this entry »

Serial Comdis #1

March 4, 2014 § Leave a comment

taken from photos.uc.wisc.edu

Ini hari Senin, awal bulan Maret. Menurut informasi yang kubaca di grup PSPA ’14, jadwal praktikum Comdis untuk golongan A-1 adalah hari ini jam 07.00 WIB. Sementara menurut peraturan yang disampaikan pak Rifki pada saat asistensi, praktikan harus hadir 10 menit sebelum praktikum dimulai. Itu artinya, aku harus berangkat dari rumah maksimal pukul 05.50 WIB.

Kalau saja bukan karena motivasi menuntut ilmu, siapalah yang mau melakukan perjalanan sejauh 80 km sepagi itu. Apalagi akhir-akhir ini Kulonprogo dinginnya luar biasa di kala pagi.

“Bismillah. Niatkan hanya karena menuntut ilmu dan beribadah kepada-Mu. Maka, ridhoilah langkah kakiku.”

« Read the rest of this entry »