Petrichor

mencintaimu, dengan caraku sendiri

Which is Worse: Failing or Never Trying?

H-15

Galau banget. Tadi habis download semua laporan PKPA dari G-Drive kelas, industri, apotek, puskesmas, bahkan rumah sakit (yang jelas-jelas bukan minatku dan gak bakalan ditanyain saat kompre). Mau baca-baca materi kuliah kok bejibun banget dan ngerasa gak bakalan cukup waktu untuk baca semuanya sampai hari H. Lagipula, plotting penguji juga belum keluar. Jadilah aku iseng baca-baca laporannya temen-temen kelas, barangkali dapet ilmu baru yang tidak kudapatkan di tempat PKPA.

Info rekrutment dari perusahaan-perusahaan keren juga semakin banyak nongol. Semalam udah hubungi seseorang yang kerja di perusahaan “sebut saja X”, eh dia-nya langsung antusias nyuruh aku segera kirim CV dan bla-bla-nya itu. Bakalan langsung dia forward ke personalia sama user. Tapi masih bimbang juga sih, secara aku masih berharap sama perusahaan lain “sebut saja Y” yang terlihat lebih keren di mataku.

Lalu melirik KHS yang masih teronggok di meja, rencananya sih mau di-scan trus langsung kirim email. Tapi gak jadi hari ini. Aneh juga sih ya, rekrutment kok banyakan justru saat menjelang kompre gini? Kan kita belum punya ijazah sama transkrip apoteker jadinya. Tapi gak papalah, sementara pakai KHS dulu. So far, nilaiku sangat memuaskan semester kemarin.

Tadi habis baca-baca, gak sengaja lihat pertanyaan semacam ini:

Which is worse, failing or never trying?

Apa hubungannya? Jelas, aku langsung mikir soal pilihan kerjaan. Mungkin kebanyakan orang bakalan jawab “never trying”, tapi aku beda. Bagiku, failure justru lebih menakutkan. Bentukan dari kecil kali ya, aku paling gak suka sama kegagalan. Aku gak pernah nyesel karena kehilangan kesempatan untuk mencoba, tapi justru aku akan sangat menyesal dan merasa bodoh saat gagal ketika melakukan sesuatu. Yap, aku pernah bilang sama temen internshipku di industri dulu, kalau aku orangnya gak terbiasa dengan kegagalan dan penolakan.

Tapi…. tapi…. kali ini aku ingin mencoba opsi lain dari jawaban pertanyaan itu. Nothing to lose lah. Apply ya apply aja, gak usah banyak mikir. Yang penting jangan di Jogja. Pokoknya harus kerja di luar Jogja. Udah gitu aja.

Lanjutin gih belajarnya, besok ngampus. Mau daftar yang buat tanggal 2 Feb itu, meski bukan prioritas utama, R&D boleh dicoba. Meski skripsinya dulu sintesis, bukan analisis apalagi formulasi, tapi ya udah sih… dicoba dulu aja.

Sekian, selamat malam.

Menjelang Kompre

Beberapa hari menjelang kompre….

Lama sekali tidak menulis di sini lagi. Maaf ya blog, jadi terlantar karena kesibukan jelang kompre. Masih harus beberes beberapa urusan, laporan internship, presentasi hasil PKPA, post test juga. Udah mulai nyicil apply ke beberapa perusahaan idaman. Halah.

Semakin mendekati harinya, semakin merasa tidak tahu apa-apa. Harus belajar optimal nih, biar gak grogi saat ujian lisan nanti. Sesuatu itu ternyata semakin dipelajari, semakin banyak yang gak dimengerti. Aahh, sudahlah!

Usahakan yang terbaik sekuat kemampuan saja, biar Allah tunjukkan jalannya. Makanya, jangan lupa berdoa ya. Libatkan Dia dalam segala urusan. Apalah artinya kamu, tanpa Dia.

Tak lupa, senantiasa mohon doa kalian juga. Doakan aku ya, teman…..

Mengenal Lebih Dekat “Jerawat”

Siapa yang gak pernah jerawatan? Gak usah tunjuk jari, karena saya yakin setiap orang pasti pernah mengalaminya. Baik yang sekedar jerawat numpang lewat maupun jerawat bandel yang bikin frustasi karena mati satu tumbuh seribu. Eh.

Apa itu jerawat?

Acne vulgaris atau lebih populer disebut jerawat merupakan penyakit peradangan kronis pada unit pilosebasea akibat androgen yang menyebabkan peningkatan produksi sebum, hiperkeratinisasi, peradangan, dan kolonisasi bakteri dari folikel rambut pada wajah, leher, dada, dan punggung oleh Propionibacterium acnes.

Jerawat pada umumnya muncul pada wajah, tetapi bisa juga muncul di dada, punggung, leher, dan bahu. Sifatnya self-limiting disease, bisa sembuh dengan sendirinya meskipun ada beberapa yang terjadi komplikasi fisik jangka panjang sehingga menyebabkan scarring (luka yang membekas) dan sifatnya permanen.

Apa yang menyebabkan timbulnya jerawat?

Penyebab utamanya belum diketahui secara pasti, tetapi ada dugaan kuat bahwa jerawat merupakan penyakit multifaktorial. Faktor genetik, iklim, aktivitas hormon, stress, iritasi kulit, diet, dan kosmetik merupakan beberapa faktor yang diketahui dapat memicu timbulnya jerawat.

Read more of this post

Randomized-9

Welcome 2015!

Sudah berganti tahun dan saya masih begini-begini saja, tidak ada perubahan yang signifikan. Awal tahun ini beberapa teman profesi sedang mengikuti ujian remedial. Berhubung saya sudah tidak perlu mengikuti ujian remedial, maka saya berhak memperpanjang masa liburan. :lol:

Sayangnya, saya sudah cukup bosan dengan hari libur di rumah tanpa kegiatan yang bermanfaat. Mungkin ada baiknya saya jalan-jalan ke kampus, berwisata intelektual. Ceilah. 

Oya, ngomong-ngomong tentang kampus, saya jadi selalu merasa galau. Galau pengin apply beasiswa lagi, galau pengin lanjutin studi lagi, tapi juga galau pengin kerja kantoran seperti teman-teman seperjuangan. Haha, tetep ya temanya selalu galau “mengejar ketertinggalan”. 

Sebenarnya apa yang saya kejar? Ah, jangan pernah nanya begitu karena saya pun gak tau. Saya selalu merasa tertinggal dan saya selalu memposisikan diri sebagai seseorang yang sedang mengejar. Anehnya, saya sendiri tidak tahu apa yang saya kejar. 

Baiklah, daripada bingung mengawali tahun baru, saya putuskan tema tahun 2015 ini bukan lagi “mengejar ketertinggalan” tapi “menyambut dunia baru“. Kedengaran lebih keren kan?! Dan spiritnya lebih terasa. InsyaAllah ini bukan sekedar tema, tetapi doa. Semoga Allah ridho dengan apa yang sudah saya rencanakan tahun ini. Aamiin.