Petrichor

mencintaimu, dengan caraku sendiri

Water System di Industri Farmasi

Salah satu materi yang wajib diketahui oleh mahasiswa PKPA UGM di industri farmasi adalah mengenai air untuk industri farmasi (poin E di buku monitoring warna ijo itu lho…). Tapi sayangnya, selama saya PKPA di industri tidak pernah mendapatkan penjelasan apapun mengenai sistem pengolahan air, kecuali sekelumit informasi tentang Looping System dan kualifikasi kinerja (fase 1, fase 2, dan fase 3).

Berhubung industri farmasi itu highly regulated, maka seluruh aspek di dalamnya harus mengacu pada guidance yaitu CPOB. Air untuk industri farmasi memiliki pengaruh yang besar terhadap mutu obat yang dihasilkan, sehingga pengolahan air di industri farmasi pun diatur dalam CPOB.

Nah, di sini saya mau menuliskan sedikit gambaran mengenai sistem pengolahan air di industri farmasi untuk produk non steril (purified water, selanjutnya disingkat PW). Flow chart-nya kurang lebih seperti gambar di bawah ini:

taken from water-treatment-for-pharmaceutical.html

Air untuk industri farmasi bisa bersumber dari PAM maupun sumur artesis. Jika berasal dari sumur artesis, air dipompa naik melalui sand filter. Sand filter terdiri dari beberapa filter dengan porositas tertentu yang tersusun dalam satu vessel dengan bagian bawah vessel diberikan pasir sebagai alas. Sand filter berfungsi menyaring partikel-partikel besar berukuran 250-500 nm misalnya lumpur dan endapan kasar.

Read more of this post

Which is Worse: Failing or Never Trying?

H-15

Galau banget. Tadi habis download semua laporan PKPA dari G-Drive kelas, industri, apotek, puskesmas, bahkan rumah sakit (yang jelas-jelas bukan minatku dan gak bakalan ditanyain saat kompre). Mau baca-baca materi kuliah kok bejibun banget dan ngerasa gak bakalan cukup waktu untuk baca semuanya sampai hari H. Lagipula, plotting penguji juga belum keluar. Jadilah aku iseng baca-baca laporannya temen-temen kelas, barangkali dapet ilmu baru yang tidak kudapatkan di tempat PKPA.

Info rekrutment dari perusahaan-perusahaan keren juga semakin banyak nongol. Semalam udah hubungi seseorang yang kerja di perusahaan “sebut saja X”, eh dia-nya langsung antusias nyuruh aku segera kirim CV dan bla-bla-nya itu. Bakalan langsung dia forward ke personalia sama user. Tapi masih bimbang juga sih, secara aku masih berharap sama perusahaan lain “sebut saja Y” yang terlihat lebih keren di mataku.

Lalu melirik KHS yang masih teronggok di meja, rencananya sih mau di-scan trus langsung kirim email. Tapi gak jadi hari ini. Aneh juga sih ya, rekrutment kok banyakan justru saat menjelang kompre gini? Kan kita belum punya ijazah sama transkrip apoteker jadinya. Tapi gak papalah, sementara pakai KHS dulu. So far, nilaiku sangat memuaskan semester kemarin.

Tadi habis baca-baca, gak sengaja lihat pertanyaan semacam ini:

Which is worse, failing or never trying?

Apa hubungannya? Jelas, aku langsung mikir soal pilihan kerjaan. Mungkin kebanyakan orang bakalan jawab “never trying”, tapi aku beda. Bagiku, failure justru lebih menakutkan. Bentukan dari kecil kali ya, aku paling gak suka sama kegagalan. Aku gak pernah nyesel karena kehilangan kesempatan untuk mencoba, tapi justru aku akan sangat menyesal dan merasa bodoh saat gagal ketika melakukan sesuatu. Yap, aku pernah bilang sama temen internshipku di industri dulu, kalau aku orangnya gak terbiasa dengan kegagalan dan penolakan.

Tapi…. tapi…. kali ini aku ingin mencoba opsi lain dari jawaban pertanyaan itu. Nothing to lose lah. Apply ya apply aja, gak usah banyak mikir. Yang penting jangan di Jogja. Pokoknya harus kerja di luar Jogja. Udah gitu aja.

Lanjutin gih belajarnya, besok ngampus. Mau daftar yang buat tanggal 2 Feb itu, meski bukan prioritas utama, R&D boleh dicoba. Meski skripsinya dulu sintesis, bukan analisis apalagi formulasi, tapi ya udah sih… dicoba dulu aja.

Sekian, selamat malam.

Menjelang Kompre

Beberapa hari menjelang kompre….

Lama sekali tidak menulis di sini lagi. Maaf ya blog, jadi terlantar karena kesibukan jelang kompre. Masih harus beberes beberapa urusan, laporan internship, presentasi hasil PKPA, post test juga. Udah mulai nyicil apply ke beberapa perusahaan idaman. Halah.

Semakin mendekati harinya, semakin merasa tidak tahu apa-apa. Harus belajar optimal nih, biar gak grogi saat ujian lisan nanti. Sesuatu itu ternyata semakin dipelajari, semakin banyak yang gak dimengerti. Aahh, sudahlah!

Usahakan yang terbaik sekuat kemampuan saja, biar Allah tunjukkan jalannya. Makanya, jangan lupa berdoa ya. Libatkan Dia dalam segala urusan. Apalah artinya kamu, tanpa Dia.

Tak lupa, senantiasa mohon doa kalian juga. Doakan aku ya, teman…..

Mengenal Lebih Dekat “Jerawat”

Siapa yang gak pernah jerawatan? Gak usah tunjuk jari, karena saya yakin setiap orang pasti pernah mengalaminya. Baik yang sekedar jerawat numpang lewat maupun jerawat bandel yang bikin frustasi karena mati satu tumbuh seribu. Eh.

Apa itu jerawat?

Acne vulgaris atau lebih populer disebut jerawat merupakan penyakit peradangan kronis pada unit pilosebasea akibat androgen yang menyebabkan peningkatan produksi sebum, hiperkeratinisasi, peradangan, dan kolonisasi bakteri dari folikel rambut pada wajah, leher, dada, dan punggung oleh Propionibacterium acnes.

Jerawat pada umumnya muncul pada wajah, tetapi bisa juga muncul di dada, punggung, leher, dan bahu. Sifatnya self-limiting disease, bisa sembuh dengan sendirinya meskipun ada beberapa yang terjadi komplikasi fisik jangka panjang sehingga menyebabkan scarring (luka yang membekas) dan sifatnya permanen.

Apa yang menyebabkan timbulnya jerawat?

Penyebab utamanya belum diketahui secara pasti, tetapi ada dugaan kuat bahwa jerawat merupakan penyakit multifaktorial. Faktor genetik, iklim, aktivitas hormon, stress, iritasi kulit, diet, dan kosmetik merupakan beberapa faktor yang diketahui dapat memicu timbulnya jerawat.

Read more of this post