B u s

Antara bus dan kereta api, mana yang lebih kamu sukai?

Jika pertanyaan itu dilontarkan kepada saya beberapa tahun lalu, dengan mantap saya akan menjawab: bus. Tapi beda cerita kalau kalimat itu ditanyakan sekarang, saya pasti menjawab: kereta. Kenapa jawaban saya bisa berbeda? Ini bukan lagi soal selera, tapi ini tentang kenyamanan. Kenyamanan berinteraksi dengan orang-orang di dalamnya.

Saat itu saya masih fresh graduate, baru saja lulus dari pendidikan profesi apoteker. Saya melakukan perjalanan dari Jogja ke Bogor untuk memenuhi panggilan interview sebuah perusahaan farmasi di daerah Gunung Putri. Saya memutuskan untuk naik bus malam. Selain karena tidak perlu gonta-ganti moda transportasi, tiket bus juga lebih ramah di kantong dibandingkan tiket kereta pada waktu itu.

Penumpang kursi sebelah selalu menjadi sumber harap-harap cemas bagi saya. Seperti apakah penumpang yang akan duduk di sebelah saya? Laki-laki atau perempuan? Orang baik atau orang jahat? Pikiran saya selalu sibuk dengan pertanyaan-pertanyaan semacam itu saat akan melakukan perjalanan jauh. Saya, seorang perempuan. Jarang pergi jauh, sendirian.

Penumpang kursi sebelah saya saat itu laki-laki, barangkali usianya sekitar 40-an, tinggi besar berkulit hitam dan berkepala botak. Mukanya sedikit menyeramkan, seperti tokoh-tokoh bodyguard dalam film-film thriller atau spy. Jujur, itu membuat saya sedikit waspada.

Read More »

Mimpi Ibrahim

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

–As Saffat: 102

Selamat pagi.

Melanjutkan postingan saya kemarin, kali ini kita akan menelusuri kembali jejak Ibrahim dan Ismail. Dua orang nabi dan rasul yang kisahnya juga tak bisa dipisahkan dari syariat melaksanakan qurban.

Ismail, putra Ibrahim yang kelahirannya sudah dinanti-nantikan. Pada usia dimana Nabi Ibrahim dan istrinya, Siti Hajar sudah tak lagi muda. Atas perintah Allah, Ismail kecil dan ibunya dibawa oleh Ibrahim ke suatu lembah gersang, dimana tidak ada tumbuhan yang sanggup hidup di sana. Sementara itu, Ibrahim kembali ke Palestina. Ketika Ismail menangis kehausan, ibunya bolak-balik berlari dari Shofa ke Marwa untuk mencari sumber air namun tak pernah didapatkannya. Tapi kemudian Allah memberikan mukjizat, di dekat Ismail menangis menghentak-hentakkan kakinya, muncullah sumber air yang hingga saat ini disebut sebagai air zam-zam.

Read More »

Kisah Kedua Putra Adam

“Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua diterima dan dari yang lain tidak diterima…”

–Al Maidah: 27

 

Apa kabar semua? Seperti biasa, setiap weekend saya akan kembali berceloteh di blog ini. Karena menulis itu semacam healing ya, membantu mengurai stress selama sepekan bekerja. Hehe.

Kali ini saya mencoba membuat resume kajian bersama Ust. Adi Hidayat, Lc yang kebetulan pas banget momentnya di awal bulan Dzulhijjah. Tulisan ini saya sarikan dari kajian beliau, tapi sebelumnya saya mohon maaf jika banyak kurangnya, karena saya hanya manusia biasa yang ilmunya sangat terbatas dan jelas tidak sebanding dengan beliau. Jika kalian ingin dengar kajian lengkapnya, silakan cek di Youtube.

Alkisah, Adam dan Hawa dulunya tinggal di surga. Karena bujuk rayu setan, keduanya melakukan pelanggaran sehingga Allah menurunkan mereka ke bumi di dua tempat yang berbeda. Setelah beberapa lama kemudian Allah pertemukan mereka, dan lahirlah anak keturunan mereka. Hawa melahirkan anak kembar (laki-laki dan perempuan) pada kelahiran pertama. Untuk selanjutnya kita sebut dalam tulisan ini L1 dan P1 untuk memudahkan memahaminya. Kemudian kelahiran kedua pun kembar (laki-laki dan perempuan), selanjutnya sebut saja L2 dan P2. Karena mereka adalah pendahulu kehidupan manusia di muka bumi (belum ada manusia lainnya), agar manusia memiliki keturunan diberlakukanlah nikah silang, L1 menikah dengan P2, sedangkan L2 menikah dengan P1.

Read More »