Asian Para Games 2018

Asian Para Games 2018
Sisa Semangat Asian Para Games 2018 [picture by Pu]

Sabtu kemarin.

Asian Para Games 2018 resmi ditutup dengan closing ceremony yang digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno. Indonesia berhasil meraih posisi ke-5 klasemen akhir perolehan medali dengan 37 medali emas, 47 medali perak, dan 51 medali perunggu. Selamat untuk para atlet yang berhasil menorehkan namanya untuk mengharumkan Indonesia.

Sabtu pekan lalu.

Saya, bersama tiga orang teman sempat menyaksikan event olah raga untuk rekan-rekan disabilitas bertajuk “The Inspiring Spirit and Energy of Asia” tersebut. Sekitar jam 10:30 siang kami berangkat dari Cikarang menuju Senayan. Rencananya hendak nonton pertandingan cabor archery, swimming, dan badminton. Sayang, karena sampai di GBK sudah siang, kami hanya kebagian tiket badminton saja.

Meskipun hanya kebagian tiket badminton, tapi semangat kami tetap sama. Masih tetap teriak-teriak di tribun, masih tetap ikut tepuk tangan keras setiap kali diteriakkan In-do-ne-sia. Karena memang tujuan awal kami (eh, saya) ke sini adalah untuk mencari semangat, mencari inspirasi, dan tak lupa refreshing juga. To be honest, saya ikutan teriak di tribun bukan hanya sebagai bentuk dukungan terhadap para atlet Indonesia, tetapi juga sebagai bentuk stress release bisa teriak dan tertawa sepuasnya. Terima kasih untuk para atlet, overhead smash kalian cukup menghibur jiwa raga saya untuk sejenak melupakan urusan kerja, urusan kantor, dan urusan percintaan (eh, pertemanan).

Momo
Momo, official mascot of Asian Para Games 2018 [picture by Li]

Kemarin ada yang sempat japri usai melihat insta story di IG saya, “Ngapain ke GBK? Ngapain nonton Asian Para Games?”. Iya, dia tahu kalau saya gak nonton Asian Games sebelumnya dan malah nonton Asian Para Games.

Pertama, karena ada yang ngajakin. Nonton event semacam ini kan enaknya rame-rame yah, gak seru kalau nonton sendirian. Jadi mumpung ada yang ngajakin, ya hayuk aja. Saya mah gitu orangnya.

Kedua, karena tiketnya lebih murah. Duh, yang ini alasan anak kos-an banget yah. Tiket Asian Para Games hanya 25 ribu untuk setiap cabor dan 100 ribu saja untuk terusan. Kalau Asian Games kan ratusan ribu tuh, jadi mikir-mikir juga. Mending nonton dari televisi.

Ketiga, mau cari inspirasi. Bukan alasan klise, ini beneran. Gak tau kenapa, bahagianya bertepuk tangan usai atlet Indonesia memenangkan pertandingan tuh lebih kerasa “nonjok di hati” jika mereka (mohon maaf) adalah sosok-sosok penyandang disabilitas. Bangganya itu sampai gak terasa kalau mata ikut berkaca-kaca. Dalam pikiran saya tiba-tiba berkecamuk kalimat-kalimat yang menohok. Mereka aja yang Allah kasih ketidaksempurnaan, bisa berprestasi lho, Pu. Masa kamu yang Allah kasih kesehatan jiwa raga, tak kurang suatu apa pun, malah sibuk berkeluh kesah. Bukannya bersemangat untuk meraih prestasi malah kebanyakan protes, kerjaan beginilah begitulah, teman-teman kerjanya beginilah begitulah, kurang bersyukur.

Malu sama diri sendiri. Malu sama atlet para games. Malu sama Allah. Kapan dewasanya kamu?

Itu. Itu alasan yang paling penting kenapa nonton Asian Para Games. Biar tambah bersyukur, biar gak kebanyakan ngeluh, biar semangat untuk tetap memperjuangkan apa-apa yang memang layak untuk diperjuangkan.

Gak salah kalau tagline-nya #parainspirasi, karena memang buat saya sendiri ajang ini sangat menginspirasi. Bahkan dalam telp saya dengan ibu saya sehari yang lalu, ibu saya pun senang mendengar saya nonton Asian Para Games. Kata beliau, “Biar kamu gak merasa kurang terus, biar kamu itu lebih bersyukur.”

Priceless banget. Hari itu kami akhiri dengan jalan-jalan di zona festival, cari Soto Lamongan dan Hydro Coco. Seperti biasa, saya akan pesan soto ayam tanpa ayam, pakai lontong lengkap sama emping melinjo-nya. Dan bahasan di meja makan pun tak akan jauh-jauh dari kenapa saya gak makan ayam. Sama satu lagi, pembicaraan yang gak akan terlewatkan kalau kami sedang ngumpul; apa kabar Kalbe, Ferron, Hexpharm Jaya, dan Dankos? Haha, maklumin aja yah karena kami adalah pejuang-pejuang pabrik yang lagi ngais rezeki di Dexa Group dan Kalbe Group.

Senayan, Jakarta

2 thoughts on “Asian Para Games 2018

  1. baca berita asian paragames di kompas seminggu berturut”
    kita yang tubuhnya lengkap harusnya malu ya sama mereka
    mereka berani mengalahkan dirinya sendiri untuk bisa berprestasi di level asia
    mereka memang parainspirasi asia

    • Betul, pak. Apalagi kalau kita banyak ngeluh, padahal udah dikasih Allah karunia yang begitu besar, sehat wa afiat. Nikmat sehat itu memang jarang sekali disyukuri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s